Pemerintah Terus Dukung Pertamina Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

08 June 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Pemerintah terus mendukung PT Pertamina (Persero) dalam menjadikan perusahaan milik negara ini sebagai tuan rumah dalam pengelolaan sektor migas nasional. Sejak tahun 2017, pemerintah telah menetapkan pengelolaan 12 Wilayah Kerja (WK) terminasi untuk Pertamina. 12 WK terminasi itu terdiri dari blok Offshore North West Jawa, blok Mahakam, blok Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering. Terakhir, Blok Jambi Merang dan Raja/Pendopo baru saja diberikan bulan lalu.

"Dengan begitu ini memenuhi juga komitmen pemerintah dan janji presiden waktu kampanye, akan menjadikan operator dalam negeri itu tuan rumah dalam produksi hulu migas," ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonanesdm.go.id.

Sementara sektor hilir pada tahun ini, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Peraturan ini menyebutkan terkait Penambahan alokasi Premium penugasan untuk Wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Pemerintah sadar, penambahan alokasi premium sebanyak 4,3 juta kl menjadi tugas yang tidak mudah bagi Pertamina (Persero) sebagai pihak pelaksana atas penyediaan dan pendistribusian BBM jenis Premium.

Namun, Jonan mengungkapkan, banyaknya jumlah WK yang dikelola oleh Pertamina ini menjadi salah satu kompensasi dari penambahan alokasi Premium penugasan yang harus didistribusikan Pertamina. Prediksi pengelolaan 12 wilayah kerja oleh Pertamina ini akan meningkatkan kontribusi Pertamina dalam pengelolaan migas nasional.

“Sebelumnya, pada tahun 2017 persentase produksi Pertamina terhadap total produksi di Indonesia adalah sebesar 23%, namun untuk saat ini telah bertambah menjadi sekitar 36 dan sekitar 39% pada 2019 nanti, seiring dengan dikelola penuhnya blok terminasi yang dialihkelola ke Pertamina. Kalau hari ini, mungkin menjadi 36%," ungkapnya.

Untuk awal tahun depan sendiri, lanjut Jonan, masih terdapat 2 blok yang akan diserahkan yakni Blok Jambi Merang dan Blok Raja/Pendopo. Peningkatan peranan Pertamina terhadap produksi di sektor migas secara nasional sebesar 2 kali lipat ini, menjadikan tantangan tersendiri agar Pertamina terus menjaga jumlah produksi migasnya.

"Nah ini tantangan juga untuk Pertamina bahwa Pemerintah sudah mempercayakan 40%, kalau Pertamina produksinya turun, maka produksi nasional pasti bisa terganggu. Karena sudah besar sekali, bukan 20 lagi, tapi 40%," ujarnya.

Selain himbauan untuk terus meningkatkan produksi, Jonan juga menekankan pentingnya kegiatan eksplorasi migas (untuk menemukan cadangan-cadangan baru). Tercatat bahwa penemuan eksplorasi yang besar terakhir kali dilaksanakan oleh Pertamina adalah Sumur Jati Barang.

"Yang penting itu eksplorasi harus jalan," pungkasnya.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Cadangan Pasokan Listrik 46%, PLN Bali Siap Hadapi Libur Lebaran

MigasReview, Karangasem - Perusahaan Listrik Negara (PLN) meyakinkan masyarakat di Bali akan dapat berlebaran tanpa mengalami pemadaman. Beban puncak listrik Bali rata-rata per hari yang mencapai 863 MW diperkirakan akan turun menjadi 752 MW pada saat…