Pertamina Luncurkan Program SATGAS Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018

04 June 2018, Editor Anovianti Muharti

migas review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

Sebagai wujud komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia, PT Pertamina (Persero) membentuk tim satuan tugas (satgas) Ramadan-Idul Fitri (RAFI) 2018 yang memfokuskan pada tiga program utama, Pertamina Melayani, Pertamina Berbagi, dan Pertamina Mengedukasi. Lantas seperti apa teknis pelaksanaan program tersebut? Berikut penjelasan Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina Jumali.

 ---

Bisa dijelaskan terkait program Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018?

Untuk tahun 2018, Pertamina memiliki tiga program utama, pertama adalah Pertamina Melayani, kedua Pertamina Berbagi dan Pertamina Mengedukasi. Pertamina Melayani adalah bentuk pelayanan dari Pertamina kepada masyarakat untuk semua produk BBM yang ada di SPBU dan non BBM seperti LPG dan pelumas.

Khusus untuk para pemudik, nanti akan ada satgas yang beroperasi untuk melayani pemudik di sekitar 6.600 SPBU Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia. Terkhusus di jalur tol, ada 25 SPBU yang saat ini sudah beroperasi 24 jam mulai dari Merak sampai Pasuruan. Kami juga akan menyiapkan sarana layanan BBM di rest area tol yang tidak ada SPBU, untuk memastikan bahwa kebutuhan BBM selama mudik ini terpenuhi. Seperti adanya mobile dispenser di 16 titik sepanjang jalur Merak hingga Pasuruan, KiosK Pertamax yang tersebar di 44 titik, dimana menjual Pertamax kemasan mulai dari 1 liter, 5 liter hingga 10 liter, serta menyiapkan motoris yang akan mobile ke daerah potensi macet guna mengantisipasi adanya pemudik yang mengalami kendala kehabisan BBM. Untuk SPBU existing, kami juga kuatkan stoknya dengan menambah pasokan BBM ke SPBU. Kami juga menyiapkan mobil tangki yang stand by sebagai buffer SPBU yang potensi peningkatannya cukup signifikan.

Kedua, Pertamina Berbagi. Pertamina memberikan takjil di 400 SPBU di SPBU MOR I sampai dengan MOR VIII. Selain itu, Pertamina juga mengadakan program perbaikan musala, didalam maupun di sekitar area SPBU. Pertamina juga menyiapkan serambi Pertamax, yakni tempat istirahat yang disiapkan di tempat tertentu, ditujukan bagi para pemudik yang mengalami kelelahan selama dalam perjalanan ataupun bagi pemudik yang ingin berbuka puasa.

Terakhir, Pertamina Mengedukasi. Pertamina memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan BBM yang lebih baik, ramah lingkungan dan ramah kesehatan. Agar mudik berjalan lancar, kami juga menghimbau kepada para pemudik untuk mengisi Pertamax pada saat memulai perjalanan.

Sehingga tidak akan mengalami kendala kekurangan bahan bakar selama dalam perjalanan mudik. Untuk semakin memudahkan konsumen, Pertamina juga menjalin kerjasama dengan Waze yang akan memberikan informasi lokasi-lokasi terdapatnya SPBU maupun Serambi Pertamax. 

Sejak kapan program ini mulai dilaksanakan?

Program ini merupakan agenda rutin yang dijalankan oleh Pertamina setiap tahunnya, dimana setiap tahunnya mengalami perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan serta sarana pendukung agar konsumen bisa merasa lebih nyaman selama perjalanan mudik maupun balik Lebaran.

Siapa saja yang berperan dalam pelaksanaan program tersebut? Apakah Pertamina melibatkan stakeholders untuk menyukseskan program ini?

Dalam pelaksanaannya, kami mengikutsertakan seluruh karyawan Pertamina. Bagi yang bertugas menjadi bagian dalam tim satgas, kami harapkan bertugas sebagaimana mestinya dengan masa tugas mulai dari H-15 hingga H+15. Sedangkan bagi karyawan yang tidak bertugas dalam tim satgas, bisa ikut berperan dengan cara memberikan informasi terkait kondisi arus lalu lintas dan lainnya yang berhubungan dengan situasi arus mudik ataupun balik Lebaran.

Bagaimana respon konsumen terkait pelaksanaan program ini pada tahun-tahun sebelumnya?

Respon yang kami rasakan dari masyarakat itu luar biasa. Sebagai contoh kita bisa lihat respon yang ada di media sosial itu sangat positif. Lebih dari itu, Pertamina juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas kelancaran membantu arus mudik tahun 2017. 

Adakah perbedaan pelaksanaan program tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya?

Kami memprediksi adanya peningkatan jumlah pemudik pada tahun 2018 sekitar 11%-13%. Oleh sebab itu kami berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana pendukung seperti Serambi Pertamax dari yang semula 8 lokasi, ditambah menjadi 13 lokasi.

Mobile dispenser yang semula 9 unit, kami tambah menjadi 16 unit. Serta penambahan satgas motoris yang dahulu sekitar 90 orang satgas, kini ditambah menjadi 200 petugas motoris.

Area pelayanan yang semakin bertambah menjadikan kami membentuk tim yang lebih kuat lagi. Kami juga secara rutin melakukan koordinasi dengan stakeholder lain seperti pihak pengelola jalan tol, Kepolisian, Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lain, semisal PLN untuk menyiapkan listrik didaerah yang belum dialiri listrik.

Apa harapan Bapak agar program ini dapat berjalan efektif?

Target Pertamina adalah mudik di tahun 2018 ini bisa berjalan lancar, kebutuhan BBM, LPG dan pelumas terpenuhi dengan baik. Untuk seluruh pekerja Pertamina di masa satgas ini yang bertugas di tim satgas selamat bertugas, mari bersama-sama mensukseskan satgas ini. Untuk teman-teman pekerja yang tidak bertugas sebagai satgas diharapkan bisa memberikan informasi yang dapat membantu tim satgas untuk kelancaran penyediaan BBM maupun non BBM bagi para pemudik.

Bagi para pemudik, kami berharap sebelum berangkat isi Pertamax terlebih dahulu di SPBU terdekat, sehingga mudik jadi lancar. Jangan lupa untuk mengganti oli dengan pelumas Fastron atau Enduro, dan bagi para pemudik sebelum meninggalkan rumah diimbau untuk mencopot regulator tabung gas elpiji untuk mengurangi resiko gas akan bocor.

 

Artikel ini telah tayang di Energia Weekly, No. 23 Tahun LIV, 4 Juni 2018

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Siap Jalankan Amanah Pemerintah

migas review Pemerintah kembali mengamanahkan dua program besar kepada PT Pertamina (Persero) yakni konversi BBM ke BBG untuk nelayan kecil dan program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg. Tentu bukan perkara mudah untuk menjalankan penugasan tersebut, mengingat banyaknya…