MigasReview, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp 144,84 per lembar saham kepada para pemegang saham.
Menurut Vice President for Corporate Communication PGN Ridha Ababil di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (6/4), dividen sebesar itu dibagikan menyusul laba bersih 2014 perseroan sebesar US$722,75 juta yang diperoleh berkat pendapatan bersih sebesar US$3,41 miliar atau naik 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 3,00 miliar.
Sementara itu, laba operasi mencapai US$ 982,06 juta, naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 933,35 juta.
Ridha melanjutkan, EBITDA mencapai US$ 1,16 miliar, atau naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar US$1,12 miliar.
Fokus Kelola Lapangan Gas
Menurut Rhida, dalam satu hingga lima tahun ke depan, fokus PGN sebagai perusahaan energi adalah mengelola lapangan gas, selain mengembangkan bisnis engineering, serat optik, dan pembangunan infrastruktur gas.
“Fokus PGN sebagai perusahaan energi bukan lagi bergerak di sektor transportasi dan distribusi gas,” jelas Ridha.
Ditambahkannya, PGN melalui anak perusahaannya, Saka Energi, memiliki saham di area shale gas Fasken, Amerika Serikat, yang rata-rata produksi hariannya mencapai 120 mmscfd, dengan produksi tertinggi sebesar 190 mmscfd.
Dengan harga shale gas sebesar US$3 per mmbtu, pendapatan kotor dari area Fasken mencapai US$360.000 per hari.
“Dengan kepemilikan saham Saka Energi sebesar 36 persen, maka pendapatan kotor Saka Energi di Fasken sebesar 360.000 x 36 persen = US$129.600 per hari. Jika dikurskan dalam rupiah dengan nilai tukar Rp13.000 per dolar AS, maka keuntungan kotor Saka Energi adalah Rp1,684 miliar per hari.
Iman Sugema Komut
Lebih lanjut Ridha mengatakan, rapat hari itu juga memutuskan untuk mengubah susunan komisaris. "Ada enam komisaris, di mana lima di antaranya adalah komisaris baru," katanya seraya menambahkan bahwa M Zamkhani adalah satu-satunya komisaris lama.
Berikut ini susunan komisaris dan direksi PGN berdasarkan hasil keputusan RUPST 2015:
Komisaris
Komisaris Utama (Independen): Iman Sugema
Komisaris: Tirta Hidayat
Komisaris: Mohammad Ikhsan
Komisaris: Paiman Rahardjo
Komisaris (Independen): IGN Wiratmaja Puja
Komisaris: M Zamkhani
Ridha mengatakan bahwa mayoritas pemegang saham mengusulkan Iman Sugema sebagai komisaris utama PGN. Saat ini pemegang saham mayoritas PGN masih negara dengan penguasaan sebesar 57 persen.
Iman Sugema tergabung dalam Tim Ekonomi Jokowi-Jk pada saat masa kampanye pemilihan presiden 2014. Dia adalah ahli ekonomi yang berasal dari Institut Pertanian Bogor.
Direksi
Dalam RUPST tersebut, PGN tidak mengubah jajaran direksi.
Direktur Utama: Hendi Prio Santoso
Direktur: M Wahid Sutopo
Direktur: Jobi Triananda Hasjim
Direktur: Djoko Saputro
Direktur: M Riza Pahlevi Tabrani
Direktur: Hendi Kusnadi
(aw/ty)

Komentar