PGN Bagi Dividen Rp 144,84 per Saham

06 April 2015, Editor Cundoko

Deviden PGN Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara (Persero)Tbk 2015, Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (06/04/2015). Menyetujui pembagian deviden tahun buku 2014 sebesar Rp 144,84 perlembar saham, RUPST kembali menetapkan Hendi P Santoso sebagai Direktur Utama PGN.
facebook
5
twitter
102
google+
1
linkedin
0

MigasReview, Jakarta  - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp 144,84 per lembar saham kepada para pemegang saham.

Menurut Vice President for Corporate Communication PGN Ridha Ababil di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (6/4), dividen sebesar itu dibagikan menyusul laba bersih 2014 perseroan sebesar US$722,75 juta yang diperoleh berkat pendapatan bersih sebesar US$3,41 miliar atau naik 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 3,00 miliar.

Sementara itu, laba operasi mencapai US$ 982,06 juta, naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 933,35 juta.

Ridha melanjutkan, EBITDA mencapai US$ 1,16 miliar, atau naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar US$1,12 miliar.

Fokus Kelola Lapangan Gas

Menurut Rhida, dalam satu hingga lima tahun ke depan, fokus PGN sebagai perusahaan energi adalah mengelola lapangan gas, selain mengembangkan bisnis engineering, serat optik, dan pembangunan infrastruktur gas.

“Fokus PGN sebagai perusahaan energi bukan lagi bergerak di sektor transportasi dan distribusi gas,” jelas Ridha.

Ditambahkannya, PGN melalui anak perusahaannya, Saka Energi, memiliki saham di area shale gas Fasken, Amerika Serikat, yang rata-rata produksi hariannya mencapai 120 mmscfd, dengan produksi tertinggi sebesar 190 mmscfd.

Dengan harga shale gas sebesar US$3 per mmbtu, pendapatan kotor dari area Fasken mencapai US$360.000 per hari.

“Dengan kepemilikan saham Saka Energi sebesar 36 persen, maka pendapatan kotor Saka Energi di Fasken sebesar 360.000 x 36 persen = US$129.600 per hari. Jika dikurskan dalam rupiah dengan nilai tukar Rp13.000 per dolar AS, maka keuntungan kotor Saka Energi adalah Rp1,684 miliar per hari.

Iman Sugema Komut

Lebih lanjut Ridha mengatakan, rapat hari itu juga memutuskan untuk mengubah susunan komisaris. "Ada enam komisaris, di mana lima di antaranya adalah komisaris baru," katanya seraya menambahkan bahwa M Zamkhani adalah satu-satunya komisaris lama.

Berikut ini susunan komisaris dan direksi PGN berdasarkan hasil keputusan RUPST 2015:

Komisaris

Komisaris Utama (Independen): Iman Sugema

Komisaris: Tirta Hidayat

Komisaris: Mohammad Ikhsan

Komisaris: Paiman Rahardjo

Komisaris (Independen): IGN Wiratmaja Puja

Komisaris: M Zamkhani

Ridha mengatakan bahwa mayoritas pemegang saham mengusulkan Iman Sugema sebagai komisaris utama PGN. Saat ini pemegang saham mayoritas PGN masih negara dengan penguasaan sebesar 57 persen.

Iman Sugema tergabung dalam Tim Ekonomi Jokowi-Jk pada saat masa kampanye pemilihan presiden 2014. Dia adalah ahli ekonomi yang berasal dari Institut Pertanian Bogor.

Direksi

Dalam RUPST tersebut, PGN tidak mengubah jajaran direksi.

Direktur Utama: Hendi Prio Santoso

Direktur: M Wahid Sutopo

Direktur: Jobi Triananda Hasjim

Direktur: Djoko Saputro

Direktur: M Riza Pahlevi Tabrani

Direktur: Hendi Kusnadi

(aw/ty)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Distribution Fee Penjualan Elpiji 3 Kg Bisa Untungkan Pertamina

MigasReview, Jakarta - Agar PT Pertamina (Persero) tidak merugi dalam menjual atau mendistribusikan Elpiji bersubsidi tabung 3 kg, BUMN tersebut bisa memanfaatkan Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri ESDM No 17/2011 dan No.5/2011, dengan "memasukkan"…