MigasReview, Jakarta - Ekspor migas
selama Juni 2015 naik 6,27 persen dibandingkan Mei dari US$1,37 miliar menjadi
US$1,46 miliar. Kenaikan ekspor migas
disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 11,35 persen menjadi
US$573,5 juta dan ekspor hasil minyak yang naik 6,87 persen menjadi US$158
juta. Demikian pula ekspor gas naik 2,44 persen menjadi US$724,6 juta. Volume ekspor
migas selama Juni 2015 terhadap Mei 2015 untuk minyak mentah naik 10,09 persen
dan hasil minyak naik 12,76 persen sementara gas naik 7,09 persen.
Sementara itu harga minyak mentah
Indonesia di pasar dunia turun dari US$61,86 per barel pada Mei 2015 menjadi
US$59,40 per barel pada Juni 2015.
Di sisi lain, impor migas selama Jun
2015 naik 23,89 persen menjadi US$497,1 juta. Peningkatan impor migas dipicu
oleh naiknya impor minyak mentah sebesar US$269,3 juta (45,28 persen) dan hasil
minyak sebesar 20,64 persen menjadi US$266,9 juta. Sebaliknya, impor gas turun
20,32 persen menjadi US$39,1 juta.
Jika dihitung selama periode
Januari-Juni 2015, impor migas turun 39,91 persen menjadi US$16 miliar
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, penurunan impor migas
disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas
masing-masing sebesar US$2,7 miliar (39 persen), US$5,48 miliar (41,15 persen),
dan US$518,4 juta (33,38 persen).
Selama 13 bulan terakhir, nilai impor
migas tertinggi tercatat pada Juli 2014 dengan nilai US$4,17 miliar dan
terendah pada Februari 2015 sebesar US$1,72 miliar. (cd)

Komentar