MigasReview, Jakarta - ConocoPhillips tengah mencari pembeli untuk blok migas lepas pantai yang dikelolanya di Indonesia bersama dengan sistem transportasi dan fasilitas penerima di darat.
Juru bicara ConocoPhillips Indonesia Joang Soetanto seperti dilansir the Wall Street Journal akhir pekan lalu menyatakan bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada SKK Migas pada Rabu lalu untuk membuka "data room" dalam rangka menentukan ada tidaknya minat dari perusahan lain mengakuisisi Blok B di Laut Natuna dan fasilitas terkaitnya.
Meski demikian, Soetanto membantah jika langkah tersebut untuk merespons rendahnya harga minyak. "Jika kami bisa menemukan pembeli yang tepat, kami akan jual. Namun jika tidak, kami akan terus mengoperasikan blok tersebut," kata dia.
ConocoPhillips mengoperasikan blok tersebut selama 47 tahun dengan memproduksi gas sebesar 300 juta standar kaki kubik per hari (mscfd) dan minyak 30.000 barel per hari (bph). Perusahaan berhak mengoperasikan blok tersebut sampai 2028. Gas yang dihasilkan dijual ke Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Soetanto menambahkan, keputusan tersebut bukan berarti pihaknya ingin keluar dari Indonesia mengingat baru-baru ini memenangi Blok Kualakurun di Kalimantan dan meneruskan operasi di Blok Corridor, Sumatera Selatan. (cd)

Komentar