Tarif Listrik Pelanggan 450 VA Tetap Disubsidi

15 May 2017, Editor Anovianti Muharti

dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Bukittinggi - Tarif listrik pelanggan rumah tangga 450 VA tetap disubsidi oleh Pemerintah. Alokasi subsidi dalam Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2016 tentang APBN Tahun 2017 sekitar Rp160 triliun. Sebesar Rp45 triliun di antaranya dialokasikan untuk subsidi listrik bagi masyarakat tidak mampu, termasuk pelanggan listrik rumah tangga 450 VA. Selain itu, pencabutan subsidi listrik tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh Pemerintah, tetapi perlu persetujuan DPR-RI.

"Kalau (pelanggan listrik) 450 VA nggak ditarik sama sekali (subsidinya). Sampai akhir tahun ini tidak ada perubahan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat kunjungan kerja peresmian penerangan jalan umum hemat energi dan penyediaan air bersih melalui pemboran air tanah di Bukittinggi, Sumatera Barat (12/05/2017).

Pasal 34 ayat 1 UU Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan menyatakan bahwa Pemerintah sesuai dengan kewenangannya menetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen dengan persetujuan DPR-RI.

Contoh implementasinya, penyesuaian tarif listrik pelanggan listrik 900 VA untuk masyarakat mampu yang telah dilakukan tiap 2 bulan secara bertahap mulai 1 Januari 2017 hingga 1 Mei 2017 lalu, telah disetujui Komisi VII DPR-RI pada Rapat Kerja dengan Menteri ESDM tanggal 22 September 2016.

Dalam kesimpulan Rapat Kerja tersebut, Komisi VII DPR-RI menyetujui pencabutan subsidi listrik dengan daya 900 VA bagi golongan rumah tangga yang ekonominya mampu dengan didukung data yang akurat.

Jumlah pelanggan listrik rumah tangga golongan 450 VA tercatat sekitar 23,2 juta dan mayoritas merupakan masyarakat tidak mampu dan layak disubsidi. Sedangkan sebagaimana diketahui bahwa pelanggan listrik rumah tangga golongan 900 VA yang tetap disubsidi sekitar 4,1 juta pelanggan. Sehingga total pelanggan listrik rumah tangga yang masih disubsidi sekitar 27,3 juta pelanggan. Pemerintah terus melindungi golongan masyarakat tidak mampu untuk mewujudkan energi berkeadilan.

 

(Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama Kementerian ESDM)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Penandatanganan Amandemen PPA untuk Proyek Panasbumi Rantau Dedap

migas review MigasReview, Jakarta - PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/(PPA) untuk Proyek Panasbumi Rantau Dedap, yang berada di Kabupaten Muara Enim…