PEP Optimalkan Fasilitas Produksi Proyek Pengembangan Paku Gajah

17 May 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti | MigasReview.com
Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
1
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - PT Pertamina EP (PEP) mengoptimalikan fasilitas produksi di Proyek Pengembangan Paku Gajah untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.

"Proyek Pengembangan Paku Gajah akan dilengkapi dengan 2 stasiun fasilitas produksi yaitu Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Paku Gajah dengan kapasitas produksi gas 45 Juta Kaki Kubik Gas Per Hari (MMSCFD) dan SPG Kuang dengan kapasitas produksi 25 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) serta jalur pipa trunkline 12” sepanjang 23 km dari SPG Paku Gajah ke CO2 removal eksisting SPG Merbau,” ujar General Manager Proyek Pengembangan Paku Gajah Tri Widyo Kunto pada rangkaian kegiatan IPA (Indonesian Petroleum Association) Convention & Exhibition 2017 di Jakarta, Rabu (17/05/2017).

Proyek Pengembangan Paku Gajah yang berada di Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu, Propinsi Sumatra Selatan ini  merupakan proyek Pengembangan Gas yang akan memenuhi kebutuhan pasar gas di Sumatra Selatan dan sekitarnya.

Selanjutnya, kata Kunto, Gas yang dihasilkan dari SPG Paku Gajah dan SPG Kuang akan disalurkan ke konsumen PGN maupun konsumen lainnya di Sumatra Selatan.

Proyek Pengembangan Paku Gajah memiliki fasilitas produksi yang lengkap mulai dari memroduksi gas bumi dari sumur eksplorasi maupun dari sumur pengembangan.

Beberapa pemboran sumur eksplorasi dilakukan sejak tahun 2010 diproduksikan melalui tahapan Put On Production (POP) dan pada tahun 2013 dilanjutkan dengan pemboran pengembangan melalui tahapan Plan Of Development (POD) yang telah disetujui SKK Migas pada Juni 2013.

"POD Integrasi phase-1 Paku Gajah dan phase-2 Kuang Selatan telah dilakukan beberapa kegiatan yaitu pemboran 10 sumur Pengembangan, 17 sumur Work Over yang diselesaikan sampai dengan akhir 2016. Adapun pembangunan 2 SPG : Paku Gajah dan Kuang serta pembangunan jalur pipa trunkline 12” sepanjang 23 km dari SPG Paku Gajah ke SPG Merbau telah selesai dikerjakan dan saat ini memasuki tahap Start Up - Commissioning yang dimulai akhir Maret 2017,” papar Kunto.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar gas yang cukup besar di Sumatra Selatan dan untuk memperpanjang masa produksi gas (plateau), Proyek Pengembangan Paku Gajah merencanakan mengembangkan Lapangan Migas secara terintegrasi di sekitar area Paku Gajah dengan melakukan pemboran Eksplorasi dan Pengembangan berikutnya dan dimasukkan kedalam tahapan POD phase-2 dan phase-3.

PEP berkomitmen untuk memberikan kontribusi secara maksimal kepada Negara dan Pemerintah Daerah yang memiliki potensi Migas.

“Kami berharap dengan adanya dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, aktifitas operasi kami dalam mencari dan memproduksikan migas dapat berjalan lancar dan kebutuhan energi di Indonesia dapat terpenuhi,” pungkas Kunto.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Harga Minyak Mentah Tidak Stabil, Produksi Migas Pertamina Tumbuh 6%

migas review MigasReview, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mempertahankan kinerja operasi selama kuartal I/2017 dengan peningkatan produksi hulu migas sebesar 6% dan penjualan BBM sebesar 5% dibandingkan dengan periode yang sama di 2016. “Kondisi harga minyak mentah…