Empat Faktor Amankan Pasokan Energi Nasional

18 May 2017, Editor Anovianti Muharti

migas review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Christina Verchere menegaskan, empat faktor yang menjadi kunci kecukupan pasokan energi nasional  di masa mendatang, yaitu daya saing Indonesia dalam investasi skala global, reformasi antar sektor, pentingnya investasi dan produksi gas, dan peran Industri sebagai motor pendorong pembangunan daerah.

“Empat hal tersebut harus menjadi perhatian seluruh stakeholder industri migas nasional,” ujar Verchere di pembukaan The 41st Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2017, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/05/2017).

Menurut Verchere, empat faktor tersebut harus menjadi prioritas seluruh stakeholder industri migas nasional, termasuk pemerintah. Sebab, keamanan pasokan energi merupakan pilar utama untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Namun, bukan perkara mudah untuk memastikan pasokan energi yang cukup sebagai basis pertumbuhan ekonomi nasional. Lembaga riset MacKenzie menyebutkan diperlukan investasi di seluruh sektor migas sebesar U$$200-250 miliar dalam periode 15-20 tahun mendatang. Pemerintah jelas harus mengandeng investor untuk pendanaan tersebut.

Oleh sebab itu, Verchere mendorong kerjasama yang erat, khususnya antara industri dan pemerintah untuk mendorong terciptanya iklim investasi migas yang lebih menarik. IPA, menurut dia, mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dijalankan pemerintah untuk perbaikan iklim investasi tersebut.

“Pemerintah telah mendorong efisiensi lewat reformasi, menjaga produksi, dan meningkatkan daya saing. Ini kunci dalam menarik investasi di masa depan,” kata Verchere.

Namun, dia menilai pemerintah belum memberikan dukungan yang maksimal kepada industri, misalnya untuk menghilangkan hambatan investasi dan aktivitas eksplorasi. Buktinya, ada penurunan aktivitas di lapangan migas dan minimnya eksplorasi. Padahal eksplorasi sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pasokan energi yang terus meningkat setiap tahun.

Verchere menyatakan, kalangan industri sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi tantangan global industri migas, yaitu dengan meningkatkan daya saing dan efisiensi kegiatan usaha.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Penandatanganan Amandemen PPA untuk Proyek Panasbumi Rantau Dedap

migas review MigasReview, Jakarta - PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/(PPA) untuk Proyek Panasbumi Rantau Dedap, yang berada di Kabupaten Muara Enim…