MigasReview, Jakarta - Pertamina memperlihatkan pengisian gas Elpiji 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) di PT Batavia Jaya Energi, Jalan Sentra Primer Baru Timur Nomor 1, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur untuk me proses pengisian Elpiji 3 kg.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro dan perwakilan Hiswana Migas Pertamina Region III menjelaskan cara Pertamina mendistribusikan ke agen-agen gas Elpiji Pertamina dengan diawali melakukan off loading pengeluaran gas Elpiji dari mobil tangki pengisian Elpiji hingga pengisian ke tabung gas Elpiji 3 kg.
"Dari kedua truk tangki gas Elpiji atau kita namakan skid tank dengan kapasitas 15 ribu kg sampai 21 ribu kg namun pengisiannya itu sesuai kebutuhan. Yang gasnya itu dipasok dari depo Elpiji di Tanjung Priok. Kemudian proses dari skid tank isi gas ini masuk ke tangki timbun dengan kapasitas maksimal mencapai 50 ribu kg. Dalam transfer ini menggunakan dua selang, yang pertama selang untuk alirkan senyawa likuid dan yang kedua vapour." kata Wianda saat ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) PT Batavia Jaya Energi, Pulogebang, Cakung, Jakarta, Jumat (29/5/2015).
Wianda menjelaskan sebelum dilakukan pengisian, cek dulu tabung, masuk ke bak isi air. Apakah ada kebocoran, itu bisa dideteksi jika kebocoran ada gelembung-gelembung. Kalau bocor, itu akan dipisahkan. Saat pengisianpun sudah ditera (dihitung/ditimbang) oleh meteorologi Badan Standarisasi Nasional (BSN). Periode pengukuran oleh meteorologi per lima tahun. (FL)
Komentar