MigasReview, Jakarta - Indonesia kemungkinan mulai mengimpor minyak mentah lebih dari 300.000 barel per hari (bph) secara langsung dari negara-negara anggota OPEC paling cepat tahun ini sebagai bagian dari upayanya untuk mencari pasokan dari pihak ketiga.
“Indonesia ingin segera memperoleh pasokan lebih dari 300.000 bph dari OPEC untuk kilang-kilang eksisting, kilang ekspansi, serta fasilitas baru yang tengah direncanakan," kata Direktur Pembinaan dan Program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Cahyono Adi kepada Platts dalam kunjungannya ke Tokyo, yang dipublikasikan pada Rabu (17/6).
Dikatakannya, Menteri ESDM Sudirman Said sudah bicara secara bilateral dengan Arab Saudi, Kuwait, Iran, Irak, Angola, dan Uni Emirat Arab untuk memperoleh suplai langsung dari mereka dalam pembicaran awal bulan ini di Wina, Austria.
“Saat ini kami memperoleh minyak mentah dari pihak ketiga. Kami ingin beralih dari pihak ketiga menjadi (kesepakatan antara perusahaan-perusahaan minyak nasional) secara langsung," tambah Adi.
Ditanya kapan kemungkinan dimulainya pasokan dari OPEC, Adi menjawab, "Mungkin tahun ini atau mulai tahun depan."
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), impor minyak mentah Indonesia naik 8,2 persen year on year menjadi 7,36 juta mt (357.325 bphd) selama Januari-Mei 2015. (cd)

Komentar