Communication & Relations Manger Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ & PHE WMO Donna M. Priadi

Bagi Saya, Pekerjaan Ini Sebuah Tantangan

06 July 2015, Editor Anovianti Muharti

Communication & Relations Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ & PHE WMO Donna M. Priadi
Communication & Relations Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ & PHE WMO Donna M. Priadi
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Berlatar belakang pendidikan formal arsitektur dan bisnis, tak membuat sosok Communication & Relations Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ & PHE WMO Donna M. Priadi gentar menjalani profesi saat ini. Pekerjaan yang sarat dengan ilmu dan pengalaman di bidang komunikasi dan public relations. “Bagi saya ini adalah suatu tantangan, dan saya meyakini perusahaan menunjuk saya karena percaya saya bisa,” tukasnya.

Berkat tangan dinginnya pula, beberapa isu “panas” yang sempat menghampiri PHE ONWJ dapat terselesaikan dengan baik. Berikut penuturannya kepada MigasReview beberapa waktu lalu.

-------------

Latar belakang pendidikan saya sebenarnya tidak sesuai dengan dunia migas. Jika dilihat dari background pendidikan tidak sesuai, karena pendidikan S1 saya di ITB (Institut Teknik Bandung) jurusan Arsitektur (angkatan 1989 selesai 1993), kemudian saya meneruskan pendidikan S2 ke Amerika di University of San Francisco mengikuti MBA (Master in Business Administration). Ketika saya pulang dari Amerika (pada 1997), saya bekerja pertama kali di Wisma BNI 46 di bidang building management yang mengelola kantor, mengingat saya punya background Arsitektur. Belum setahun di bidang building management, saya diminta bantuan teman yang bekerja di ARCO (sebelum diakuisisi British Petroleum-red) yang kantornya di daerah Landmark,untuk menjadi arsitek karena kantor mereka akan pindah.

Pada 1998, setelah mengajukan lamaran, akhirnya dari 12 orang yang dipanggil, saya diterima di ARCO di Facilities Management, khusus untuk proyek perpindahan kantor. Tugasnya, mulai dari mencari gedung, spesifikasi gedung, maupun men-design. Di sini saya menerapkan ilmu arsitek sekaligus ilmu bisnis. Ilmu bisnis terpakai karena dalam bidang ini ada kontrak yang harus ditandatangani, negosiasi harga, membuat business plan, hingga ke approval ke BP Migas (sebelum menjadi SKK Migas-red).

Pada 2000, ARCO sudah menjadi bagian dari BP (British Petroleum) yang sedang membuat proyek LNG Tangguh di Papua. Saat itu saya ikut serta dan menjadi Project Engineer untuk membangun asrama dan fasilitas lainnya. Setelah selesai seluruh bangunan fisik terbangun, maka cukup maintenance, seperti bayar listrik, ganti furniture dan perawatan rutin lainnya. Ini semua berlangsung hingga 2003.

Kondisi itu membuat, saya merasa perlu tantangan baru. Kebetulan saat itu ada lowongan di Divisi Commercial. Saya mengajukan diri dan diterima. Di sini saya mulai bekerja di bidang yang juga sama sekali tidak ada hubungannya dengan arsitektur, namun bekal MBA saya terpakai. Dari Divisi Commercial, saya pindah ke Blok West Java (yang dikenal ONWJ) dengan divisi yang sama hingga 2011 (sudah dipegang oleh PHE). 

Kemudian saya diminta untuk menjadi Project Manager untuk proyek PHE Tower Building. Saat itu, ditunjuk langsung oleh pak Tenny (Ignatius Tenny Wibowo-red), meskipun saat itu saya masih berada di Divisi Commercial

Saat itu beliau mengatakan, hanya untuk proyek ini saja, saya perlu memindahkan 4-5 perusahaan supaya PHE yang berada di gedung Kwarnas, Jambi Merang, ONWJ dan lainnya tergabung menjadi satu gedung. Maka mulai dari kontrak, persetujuan, fitting out, HSE System, dan selama pembangunan di 2012 hingga proses perpindahan sekitar Februari 2013, semua di bawah kordinasi saya.

Setelah proyek ini selesai, Communication & Relation Manager sebelum saya telah masuk masa pensiun. Sehingga, saya ditunjuk untuk menggantikannya, makanya saya belum lama menggeluti di bidang komunikasi atau public relations, kemudian di 2014 diberi kepercayaan juga memegang Communcation & Relation PHE ONWJ.

Belajar dari Pengalaman

Berpindah-pindah bidang pekerjaan seperti ini bagi saya suatu tantangan. Dan saya meyakini perusahaan menunjuk saya juga karena percaya saya bisa, pokoknya itu dulu modalnya, walau tentu kadang keragu-raguan timbul. 

Sebagai contoh, waktu pertama kali di divisi komunikasi dan relasi ONWJ, tim saya hanya berempat, trial and error kami tempuh dalam menangani krisis komunikasi. Saat itu ONWJ sedang mendapat media traffic (sorotan media) ketika anjungan (platform) kami diberitakan tenggelam. Padahal sebenarnya hanya terjadi penurunan platform, bukan tenggelam. 

Dari situlah kami belajar, bisa dibilang sampai gubrak-gubrakan, hingga kami memahami bagaimana cara menghadapi media, karena sebelumnya jarang ada interaksi dengan media.

Demikian juga dengan kasus pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Berita mengenai pembangunan Pelabuhan Cilamaya juga menjadi pelajaran bagi kami. Untuk memberikan pemahaman kepada publik, kami bahkan sampai membawa media TV ke site. Kami melakukan kampanye mengenai Pelabuhan Cilamaya. Masyarakat perlu memahami bahwa platform-platform di tengah laut itu, bisa bahaya sekali bila dilewati kapal-kapal besar. Risikonya sangat tinggi karena terdapat pipa-pipa bawah laut yang terhubung ke sumur-sumur dan kapal-kapal besar jelas tidak bisa rem mendadak. 

Terus terang, ini pengalaman yang sangat berharga buat kami semua karena bukan hanya untuk perusahaan tetapi juga untuk ketahanan energi nasional mengingat seluruh produksi migas PHE ONWJ tidak diekspor tapi diperuntukkan untuk keperluan domestik. Seluruh minyaknya, untuk keperluan BBM nasional, yang diolah oleh Pertamina, yang masih kurang juga. Produksi gas kami diserap oleh banyak buyers. Namun, yang paling besar adalah PLN untuk pembangkit listrik tenaga gas Muara Karang dan Tanjung Priok, yang menyuplai sepertiga wilayah Jakarta, termasuk ring-1 daerah Istana Presiden, Sudirman dan Thamrin.

Pentingnya Bekerjasama dalam Tim

Dalam tim, yang penting ada team work. Saya berusaha untuk membuat seluruh anggota tim kompak. Saya yakin setiap orang punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Tentu ada kondisi yang within my control, ada yang out of my control. Misal, soal anggota tim, saya tidak bisa gonta-ganti si A atau si B. Sehingga pendekatan dengan trial dan error terus dilakukan, terus berevolusi. Tentu, dalam tim tak mungkin tak ada friksi, apalagi sekarang divisi komunikasi ONWJ digabung dengan WMO (West Madura Offshore). Ada perbedaan kultur, perbedaaan mengelola perusahaan namun kami tetap harus jalani hingga bisa blending. Saya selalu berusaha untuk apa adanya dan terbuka.

Olahraga dan Keluarga

Saya berkeluarga dengan seorang suami, dua orang anak. Anak yang satu berusia 16 tahun, yang lain 12 tahun. Hobi saya banyak, terutama olahraga, seperti sepeda, berenang, dan lari. Akhir-akhir saya senang triathlon dan marathon.  Saya memberanikan diri untuk triathlon pertama kali mulai 2013 di Bintan.

Olahraga bagi saya sudah jadi lifestyle dan kebutuhan. Jadi, tantangannya bagaimana mengatur waktu. Seminggu saya bisa 3-4 kali berolahraga. Di sekitar kantor ada gym, sehingga sebelum masuk kantor saya nge-gym dulu mulai dari jam 5:30 atau 6:00 dan waktunya juga dikondisikan. Bila weekend, olahraga sebisa mungkin bersama keluarga, dan tidak lama-lama, paling sekitar jam 8 sudah selesai. Dulu ketika anak-anak belum 'bawel', saya sering sepedaan sampai ke Puncak. Saya suka offroad. Anak-anak saya juga suka olahraga, tapi masih yang grup seperti bola dan taekwondo.

Menurut saya, olahraga ini ada hubungannya dengan pekerjaan. Apalagi dengan perkerjaan saya yang sangat mobile, terkadang weekend harus ke offshore, harus meeting sana-sini, yang mengharuskan saya untuk terus bergerak. Olahraga membuat saya tetap fit

Bicara tentang motto hidup, saya meyakini you have live your life to the fullest. Kita hidup jangan setengah-setengah, selalu usahakan sampai penuh, apapun yang kita suka. Kita diberi kesempatan untuk hidup, jadi make it worthwhile. (saiful kundo) 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Tahan Penurunan Produksi Blok Mahakam

migas review Total Exploration & Production menunjuk Arividya Noviyanto sebagai President & General Manager Total E&P Indonesie (TEPI) dan Group Representative untuk Indonesia yang baru menggantikan Hardy Pramono (2014 – 2016), yang akan memasuki masa…