Migas Review, Jakarta – Menteri ESDM berkunjung ke Iran guna
membahas kerja sama dibidang energi dan ekonomi.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan kerjasama
Bilateral antara Iran dan Indonesia tidak hanya fokus pada sektor energi melainkan
juga kerjasama ekonomi yang lebih luas. Sudirman menegaskan bahwa pihaknya sedang
mengejar kerjasama dengan Iran, meskipun sanksi Iran belum dicabut.
“Banyak negara yang menyiapkan diri untuk memasuki pasar Iran. Sedangkan Iran sedang berusaha untuk mengekspor aspal ke Indonesia dan berinvestasi sektor ketenagalistrikan,” ucapnya saat berada di Azerbaijan sebelum berangkat ke Iran (13/10).
Dunia Internasional memberikan harapan kepada Iran atas pencabutan beberapa sanksi terhadap Iran di awal tahun 2016. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh berharap negaranya dapat menjadi produsen terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi. Zangener mengatakan ada banyak negara dan investor untuk berkerja sama dengan Iran setelah beberapa sanksi dicabut.
“Indonesia tidak akan menjadi negara terakhir diantara negara-negara yang mengatri masuk ke Iran,” ucap Zangeneh, diberitakan kantor berita United Press International (14/10).
Mengutip kantor berita Fars News Agency, Sudirman Said menerangkan bahwa dirinya telah bertemu dengan investor Iran dan pejabat negara sektor energi selama tiga kali dan melanjutkan negosiasi di Teheran. Iran dan Indonesia telah sepakat untuk membangun kilang dengan kapasitas 20.000 hingga 30.000 barel per hari di Indonesia. Dana investasi kilang tersebut sebesar $3 miliar dolar dengan dana patungan, dimana Iran memiliki saham 30 persen. (ty)

Komentar