Investasi US$15 Miliar Pengembangan Energi Disepakati di Korea Selatan

16 May 2016, Editor Novi Muharti

facebook
1
twitter
google+
0
linkedin
2

MigasReview, Seoul - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan upaya konkret dalam mendorong investasi di Indonesia. Dalam kunjungan kerja bersama Presiden RI Joko Widodo ke Korea Selatan tersebut, Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani bersama delegasi Kadin telah menyaksikan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dengan Korea Selatan.

“Korea Selatan merupakan mitra strategis Indonesia dibidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Pagi tadi sudah ada penandatanganan nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dengan Korea Selatan yang berlangsung dalam acara Business Forum,” jelas Rosan, Senin (16/05/2016).

Rosan menambahkan, bahwa Presiden RI Joko Widodo juga turut menyaksikan penandatanganan beberapa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di bidang kemaritiman, industri kreatif, antikorupsi, restorasi hutan gambut, teknologi pertahanan, kawasan ekonomi khusus, penelitian pengembangan energi, dan mineral untuk energi bersih.

  1. Lotte Chemical, industri petrokimia hulu (integrated naphta cracker project) dengan perkiraan nilai investasi lebih dari US$4 milyar.
  2. KOGAS, infrastruktur gas, LNG storage dan DME dengan komitmen investasi sebesar US$10 miliar.  MoU dengan Perusahaan Daerah yaitu PDPE (Perusahaan Daerah dan Pertambangan Energi) untuk tambahan proyek pembangunan gas 43 km dari Tanjung Api-Api ke Pulau Bangka dengan perkiraan nilai investasi US$600 juta.
  3. Komipo, Samtan, PT Indika Energy dan Marubeni (konsorsium), untuk ekspansi ketiga di Cirebon 660 MW dengan nilai investasi US$1,27 miliar.
  4. Komipo, Posco Engineering dan PT Sulindo Putra Timur, untuk proyek : 50 MW hydro power plant di Luwu Timur, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi US$230 juta.
  5. Komipo, dan PT Mega Bali Energi untuk proyek Waste To Energy di Kota Bali dengan nilai investasi US$140 juta. 
  6. KORBI dan PT Coffindo, komitmen investasi dibidang solar energy di Medan, Sumatera Utara dengan perkiraan nilai investasi US$100 juta.


(op)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Indonesia Perlu Paradigma Baru Kebijakan di Sektor Migas

MigasReview, Jakarta - Industri minyak dan gas bumi (migas) merupakan salah satu pilar utama dalam ekonomi Indonesia. Sektor ini memerlukan bukan hanya tenaga ahli, tetapi juga dana yang besar. Namun situasi yang berkembang dalam dua tahun terakhir telah…