MigasReview, Jakarta - Divisi Energy Management PT Siemens
Indonesia dan PT Krakatau Daya Listrik, anak perusahaan PT Krakatau Steel
(Persero) Tbk. secara resmi telah menjalin kemitraan strategis dalam perbaikan
dan pengujian transformator (trafo) di Indonesia.
Presiden Direktur Krakatau Daya Listrik Alugoro Mulyowahyudi mengatakan, kemitraan ini merupakan tonggak penting bagi Siemens dan Krakatau Daya Listrik. Melalui kemitraan ini, Krakatau Daya Listrik dapat mengembangkan kompetensi karyawannya, mengurangi biaya perbaikan dan pembaruan transformator, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada, dan menciptakan peluang bisnis lebih besar baik bagi Krakatau Daya Listrik maupun Siemens.
“Bagi kami, kemitraan ini lebih dari sekadar kolaborasi yang saling menguntungkan dalam pengujian dan perbaikan transformator. Ini merupakan kerja sama sekaligus investasi jangka panjang untuk menumbuhkan bisnis kami lebih jauh lagi,” ujarnya, Rabu (28/09/2016).
Kerja sama ini menunjukkan komitmen Siemens di Indonesia dalam menjamin berlangsungnya alih pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan operasi yang sepenuhnya mandiri dan berorientasi lokal. Sejalan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman pada April 2016, komitmen ini juga sangat sesuai dengan keinginan Indonesia dalam memperkuat kemampuan dan meningkatkan kapasitas nasional sumber daya nasional.
Sementara, Kepala Divisi Energy Management Siemens Indonesia Andreas Alke mengungkapkan, kemitraan ini sangat berarti dalam rangka meningkatkan keunggulannya di pasar dalam negeri. Sebelum kerja sama ini terjalin, semua transformator buatan Siemens di Asia Tenggara harus menjalani perbaikan di China. Sekarang, untuk pertama kalinya di Indonesia, fasilitas servis Krakatau Daya Listrik diharapkan bisa memberikan layanan yang sama namun lebih efisien untuk perusahaan Indonesia yang menggunakan transformator Siemens sehingga bisa memberikan nilai ekonomi lebih besar untuk Siemens.
“Kemitraan ini akan menjadi jaminan bagi keunggulan kami dalam melayani pasar dalam negeri dengan berbagai produk transformator untuk sektor utilitas dan industri, juga untuk menciptakan peluang bisnis baru bagi kami. Di masa depan, kami menargetkan bisa menjadi Pusat Perbaikan Transformator untuk Siemens kawasan ASEAN,” katanya.
Masa akan datang, fasilitas servis ini juga bisa dimanfaatkan untuk melayani perbaikan dan pengujian produk transformator yang bukan buatan Siemens serta dilengkapi dengan peralatan uji bergerak paling canggih.
Pelatihan dan Pendidikan
CEO Siemens Indonesia Josef Winter menyatakan, berkomitmen untuk mendukung pembangunan Indonesia dengan berbagai produk, solusi, dan keahlian teknis.
“Kita akan selalu meningkatkan skala usaha dan telah menjadi pionir dalam mendirikan fasilitas manufaktur dalam negeri dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia sejak bertahun-tahun. Tiga fasilitas manufaktur dan layanan Siemens di Indonesia telah mampu mengekspor produk ke seluruh dunia. Kemampuan dan keandalan dengan standar kualitas tinggi pabrik-pabrik kami hanya mungkin terwujud melalui investasi di bidang pelatihan dan pendidikan karyawan,” ungkapnya.
Winter menambahkan, bahwa alih teknologi merupakan hal yang sangat penting dalam evolusi industri di Indonesia yang terjadi saat ini. Investasi Siemens dalam bisnis dan pendirian fasilitas manufaktur di Indonesia menjamin terjadinya alih pengetahuan yang mampu mendorong pengembangan dan penerapan teknologi yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan serta membantu Indonesia tumbuh dan menjadi lebih berdaya saing di dunia.

Komentar