PLN Kunjungi Pengembangan Riset Tenaga Nuklir Rusia

11 September 2018, Editor Anovianti Muharti

facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menandai akhir kunjungan lima hari ke sektor energi Rusia. Diprakarsai oleh PLN, dengan agenda dimulai dari mengunjungi riset nuklir nasional, Universitas MEPhl, Kantor Pusat Rosatom untuk pertemuan bisnis dan diakhiri dengan kunjungan ke pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia, NPP Novovoronezh.

Kepala delegasi dari Indonesia, Direktur Bisnis PLN Jawa Timur dan Nusa Tenggara Djoko R. Abumanan, didampingi oleh anggota senior PLN dan media dari Indonesia serta perwakilan dari berbagai universitas di Indonesia. Pertemuan antara PLN dan Rosatom dalam rangka kunjungan ke fasilitas Rosatom adalah yang pertama kali dilakukan oleh jajaran manajemen senior perusahaan listrik terbesar Indonesia tersebut.

"Indonesia selalu menjadi mitra strategis untuk Rosatom dan kami senang menerima kunjungan dari PLN untuk membahas berbagai bisnis. Saat ini Indonesia telah menjadi pasar dengan potensi yang besar, kebutuhan listrik di Indonesiapun akan terus meningkat kedepannya dan kami senang mendukung PLN untuk memenuhi kebutuhan tersebut di masa mendatang," ujar President of Rosatom Overseas Evgeny Pakermanov.

Kunjungan ke Novovoronezh NPP dan MEPhl

Bagian dari tour ke fasilitas Rosatom juga mencakup kunjungan ke NPP Novovoronezh. NPP Rusia telah menjadi PLTN pertama di dunia dengan desain reaktor generasi 3 + VVER-1200 Rusia (water-cooled water-moderated power reactor). Reaktor VVER adalah reaktor yang paling banyak digunakan secara luas di dunia.

"Kunjungan ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai peluang bisnis yang dapat dicapai dengan Rosatom dan penerapannya di Indonesia. Hal ini merupakan pengalaman berharga bagi kami, dengan berkesempatan mengunjungi pembangkit listrik tenaga nuklir dan menjadi saksi langsung teknologi di belakangnya," kata Direktur Bisnis PLN Jawa Timur dan Nusa Tenggara Djoko R. Abumanan.

Sebelum menyelesaikan kunjungan PLN ke NPP, delegasi juga mengunjungi MEPhl, universitas teknik nuklir terkemuka di Rusia, untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengembangan sumber daya dalam industri. Mendidik sumber daya yang berkualitas merupakan bagian integral dari keberhasilan program nuklir. MEPhl memimpin jaringan 11 Universitas di seluruh Rusia dan menyediakan program studi di bidang nuklir untuk dapat melahirkan insinyur nuklir masa depan dengan ketrampilan tepat yang diperlukan untuk siklus hidup program nuklir.

Vice President dari MEPhI Tatyana Leonova mengatakan, bekerjasama dengan Rosatom agar siswa dilatih tidak hanya dengan teori-teori dalam penelitian tenaga nuklir dan teknologi, akan tetapi juga memungkinkan mereka untuk menjadi bagian dari proyek praktis yang memberikan calon insinyur nuklir melihat langsung apa yang terjadi di nuklir program.

"Kami juga senang dapat memperluas jaringan kami dengan menjalin kerjasama dengan universitas lain dari Indonesia, Hal ini memberikan peluang besar untuk kolaborasi di masa mendatang," ujar Tatiana Leonova.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Indonesia Dorong Penyediaan Energi di Daerah Terpencil

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut berpartisipasi pada rangkaian pertemuan Senior Official Meeting on Energy (SOME) di Singapura pada tanggal 25-26 Oktober 2018. SOME merupakan pertemuan tahunan antar para pejabat tinggi energi ASEAN…