Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut
berpartisipasi pada rangkaian pertemuan Senior Official Meeting on Energy
(SOME) di Singapura pada tanggal 25-26 Oktober 2018. SOME merupakan pertemuan
tahunan antar para pejabat tinggi energi ASEAN dengan mitra wicara dan
organisasi international yang relevan.
Acara yang mengangkat tema Transforming Energy: Invest,
Innovate, Integrate ini bertujuan untuk merefleksikan perubahan dinamis
dalam lanskap energi global serta menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi
dan melihat ke depan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan energi bagi
negara-negara Asia Tenggara.
Agenda pertemuan membahas mengenai implementasi dan capaian
kerja sama ASEAN sebagaimana diamanatkan dalam dokumen acuan ASEAN Plan of
Action on Energy Cooperation. Masing-masing focal
point dari tujuh area kerja sama energi menyampaikan capaian dan kemajuan
aktivitas kerja sama yang selanjutnya didiskusikan oleh seluruh negara ASEAN
untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Kemudian, pada pertemuan 36th ASEAN
Ministerial on Energy Meeting (AMEM 36) yang akan diselenggarakan pada 28-31
Oktober 2018, para menteri energi akan memberikan arahan pelaksanaan kerja sama
selanjutnya.
Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Pembinaan
Program Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu selaku Alternate Senior Official
of Energy Leader Indonesia menyampaikan beberapa intervensi dalam pertemuan
SOME, yang kemudian diadopsi dalam draft
Joint Ministerial Statement yang akan disampaikan pada pertemuan AMEM.
"Salah satu yang
disampaikan adalah dukungan bagi pembangunan ASEAN Power Grid (proyek
interkoneksi ketenagalistrikan Asia Tenggara) untuk tujuan reserve sharing,
peningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan, dapat mengurangi biaya
produksi untuk pembangkit, serta peningkatkan pengembangan dan integrasi
pembangkit energi baru terbarukan," jelas Jismanesdm.go.id.
Lebih lanjut Jisman menyampaikan, bahwa Indonesia juga
mendorong diadopsinya isu tentang penyediaan energi di daerah terpencil,
pengembangan energi terbarukan dengan model bisnis dan pembiayaan yang
inovatif, peningkatan kapasitas dan sertifikasi manajemen energi, serta
harmonisasi metode pengujian untuk beberapa peralatan pemanfaat energi.
Jumat (26/10/2018), pertemuan dilanjutkan dengan dialog
antara negara-negara ASEAN dengan negara-negara partner ASEAN dalam kerangka
ASEAN+3 (China, Jepang, dan Korea) dan ASEAN+EAS (ASEAN + 8 negara-negara Asia
Selatan, Asia Timur, termasuk Rusia dan Amerika Serikat). Isu yang akan dibahas
dalam pertemuan adalah perkembangan kerja sama selama ini dan peningkatannya di
masa yang akan datang.
Selanjutnya, Hasil dari pertemuan SOME akan dilaporkan pada
pertemuan AMEM36 bersamaan dengan penyelenggaraan Singapore International
Energy Week. Pada pertemuan AMEM36 ini, delegasi Indonesia akan dipimpin oleh
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar. Dalam kesempatan ini, Wamen ESDM juga akan
menjadi pembicara/panelis pada Singapore Energy Summit, Gas Asia Summit, dan
5th International Off Grid Renewable Energy Conference and Exhibition.
Selain delegasi dari Kementerian ESDM, delegasi Indonesia
juga didukung oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, PT PLN (Perseo)
yang pada kesempatan ini juga sekaligus sebagai Sekretaris Jenderal Heads of
ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA) yaitu organisasi kerja sama
perusahaan listrik negara-negara ASEAN, dan PT Pertamina sebagai bagian dari
ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yaitu organisasi kerja sama perusahaan
migas nasional negara-negara ASEAN.

Komentar