MigasReview, Mempawah - Provinsi Kalimantan Barat memiliki
Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). PLTBm yang terletak di Desa Wajok
Hulu, Kecamatan Siantan, Kab. Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat ini sekaligus
menjadi PLTBm pertama yang di bangun oleh swasta di daratan Kalimantan. PLTBm
Siantan ini mampu menghasilkan listrik hingga 10 megawatt (MW) yang nantinya
akan terhubung dengan jaringan PLN guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro yang
meresmikan pembangkit ini menyatakan, dengan dibangunnya PLTBm di Kawasan
Kalimantan Barat ini dapat membantu PLN dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
akan listrik.
"Ini menambah
kapasitas kemampuan listrik di Kalimantan Barat. Lokasi di Kalimantan Barat ini
yang belum teraliri listrik kurang lebih 24%," ungkapnyaesdm.go.id.
PLTBm Siantan memanfaatkan sisa hasil pertanian seperti
cangkang kelapa sawit, tandan buah kosong, kayu, serabut kelapa, dan limbah
pertanian lainnya untuk bahan baku. Sistem kerja PLTBm tidak jauh berbeda
dengan PLTU dengan bahan batubara, namun PLTBm menggunakan sumber energi yang
lebih mudah didapat dan dapat diperbaharui. Secara sederhana prosesnya meliputi
pembakaran limbah untuk memanaskan air. Air yang digunakan berasal dari air
sungai Kapuas yang telah diolah. Pemanasan air menghasilkan uap yang dapat
menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.
Pembangkit ini mulai beroperasi bulan April 2018 dengan
tarif jual ke PLN sebesar Rp 1.495,-/ kwh. Listrik yang dihasilkan akan
dialirkan melalui jaringan PLN 20 kilo Volt (kV) milik PLN sepanjang 5,6
kilometer sirkuit (kms). Jaringan ini terkoneksi dengan sistem jaringan
Khatulistiwa yang melayani pelanggan PLN di Pontianak, Kubu Raya, mempawah,
Singkawang, Pemangkat, Sambas, dan Bengkayang. Jaringan Khatulistiwa memiliki
daya mampu rata-rata 341 MW dan beban puncak rata-rata mencapai 294 MW.
Dengan beroperasinya PLTBm Siantan ini, pemanfaatan EBT
sebagai pembangkit listrik semakin meningkat, target bauran energi sebesar 23%
di tahun 2025 menjadi semakin dekat. Bionergi sendiri dalam bauran energi tahun
2025 di targetkan sebesar 95,5 gigawatt.
"Memang saat ini
kisaran kita 1.800 sampai 1.900 MW. Untuk itu dibutuhkan salah satunya seperti
IPP industri seperti ini, biomassa di Kalimantan Barat," jelas Kasubdit
Penyiapan Program Direktorat Bioenergi Trois Billy Susendi.

Komentar