100 MW dari MPP dan 20 MW dari PLTU Ketapang

120 MW Tambahan Pasokan Listrik untuk Kalimantan Barat

03 June 2016, Editor Novi Muharti

facebook
2
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Pontianak - Presiden RI Joko Widodo melakukan groundbreaking empat pembangkit Mobile Power Plant (MPP) berkapasitas total 100 Mega Watt (MW) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Pontianak dalam rangkaian peninjauan kemajuan program kelistrikan 35.000 MW.

Presiden RI Jokowi dalam sambutannya menjelaskan, bahwa pada tahun ini MPP Kalbar harus dapat selesai. “Tentu ketika pembangkit dapat diselesaikan dengan cepat, kebutuhan listrik dapat segera terpenuhi,” ujarnya, Kamis (02/06/2015).

Lebih lanjut Jokowi juga mengungkapkan, tentang kesulitan pembebasan lahan yang kerap terjadi. Jokowi berharap masyarakat dapat bekerja sama secara penuh sehingga faktor yang selalu menjadi hambatan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini dapat teratasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, “Nantinya MPP ini akan menambah kemampuan daya listrik sebesar 100 MW, ini setara dengan sepertiga kebutuhan beban puncak sistem khatulistiwa saat ini  sekitar 300 MW,” katanya.

Sofyan juga menegaskan dengan bertambahnya kapasitas suplai pada sistem Khatulistiwa akan mendorong tumbuhnya ekonomi yang positif pada sektor industri, bisnis dan rumah tangga khususnya di wilayah Pontianak, Mempawah, Singkawang, Sambas dan Bengkayang.

MPP Kalbar memiliki nilai kontrak US$75.360.614,18, terdiri dari empat unit dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 25 MW, ditargetkan dapat memasok listrik yang akan terhubung ke sistem khatulistiwa melalui Gardu Induk Parit Baru pada bulan September 2016.

Pembangkit listrik ini menggunakan tenaga gas berbahan bakar Liquefied Natural Gas (LNG) yang bersifat ramah lingkungan serta lebih efisien penggunaannya. Serta akan memperkuat sistem kelistrikan khatulistiwa dan menambah daya mampu pasokan menjadi 425 MW, sementara beban puncak hingga akhir Desember 2016 diperkirakan sebesar 325 MW sehingga akan terdapat cadangan daya sebesar 100 MW atau sekitar 30%.

Peresmian PLTU

Di sela-sela groundbreaking MPP Kalbar 100 MW, dilakukan juga peresmian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ketapang di Sukabangun berkapasitas total 20 MW. Unit pertama berkapasitas 10 MW telah berhasil masuk ke sistem jaringan 20 kilo Volt (kV) Ketapang pada bulan Maret 2016.

Sementara unit kedua direncanakan akan masuk ke sistem pada akhir bulan Juni ini. Sehingga sistem Ketapang akan mendapat tambahan pasokan daya sebesar 20 MW. Secara komersil unit 1 dan 2 PLTU Ketapang ini dijadwalkan siap beroperasi pada bulan Agustus 2016.

Sofyan Basir menambahkan, bahwa dengan bertambahnya daya mampu pembangkit yang dimiliki PLN Area Ketapang diharapkan dapat membuat kondisi kelistrikan di Tanah Kayong ini semakin membaik dan memberikan dampak ekonomi secara positif bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Untuk memperlancar penyelesaian proyek, diperlukan dukungan dan kerjasama dari masyarakat dan pemerintah setempat, diharapkan keseluruhan program dapat berjalan dengan lancar demi pembangunan Indonesia. (op)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Solusi kelistrikan Gorontalo, PLTG Pertama Diresmikan

MigasReview, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Dual Fuel Gorontalo kapasitas 100 MW, Jum'at (03/06/2016). PLTG yang berlokasi di desa Maleo, kecamatan Paguat, kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ini…