Industri Panasbumi Butuh Ribuan SDM

26 October 2016, Editor Anovianti Muharti

Foto bersama para pembicara dan moderator usai penyerahan tanda kenang-kenangan kepada para pembicara dalam sesi pertama “Technical Presentation-Geothermal Education and HRD” IWGTB 2016, di Balairung UI, Depok, Rabu (26/10).
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Depok - Pemenuhan energi listrik dari panasbumi diperkirakan hanya berkisar antara 2.000 – 3.300 MW hingga tahun 2015. Dengan kondisi itu industri panasbumi membutuhkan sumber daya manusia (SDM) sekitar 1.000 hingga 1.800 lulusan perguruan tinggi yang memahami panasbumi.

“Saya prediksi hanya akan ada 15- 20 lapangan panasbumi baru hingga 2025 dengan kapasitas energi yang dihasilkan antara 2.000 - 3.300 MW. Kondisi itu membutuhkan 1.000 – 1.800 profesional  dan sekitar 2.500 teknisi atau operator,” kata pakar Panasbumi Sayogi Sudarman di acara International Workshop on Geothermal Technology and Business (IWGTB) di Balairung Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, (26/10/2016).

Para profesional yang dibutuhkan adalah lulusan yang memiiki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan industri panasbumi. Untuk memenuhi kualiifikasi itu, bisa melalui keikutsertaan dalam program magang di lapangan, field trip camp, job training dan mengikuti kursus formal seperti di Universitas Auckland Selandia Baru, Universitas Kyoto dan Kyushu Jepang.

Jangan hanya fokus pada lapangan panasbumi yang sudah existing, itu ibaratnya hanya menunggu posisi orang yang pensiun. Tapi siapkan diri mampu menjawab tantangan di  sektor panasbumi. Ada 14 lapangan yang sudah memiliki dua lubang sumur eksplorasi (brown area), ada empat lapangan yang memiliki satu lubang sumur eksplorasi (yellow area) dan 19 lapangan yang masih baru yang belum ada sumur sama sekali (green area),” jelas Sayogi.

Sayogi juga mengingatkan, adanya lulusan pendidikan geothermal  yang belum bekerja atau menganggur, itu terjadi biasanya karena kualifikasi lulusannya belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Pemerintah Mendukung

Sementara dari pihak Kementerian ESDM, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran dan fasilitas untuk mendukung berkembangnya industri panasbumi di Indonesia.

“Pemerintah akan duduk bersama dengan pihak kampus dan industri untuk mendukung pembentukan SDM yang handal, termasuk juga menetapkan jenjang kompetensi di sektor panasbumi,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djadjang Sukarna.

Dari sisi perguruan tinggi, Institut Teknologi Bandung sudah menjalankan kurikulum dan program yang mirip dengan yang dijalankan di Universitas Auckland, Selandia Baru.

“Kita harus tetap optimis untuk menemukan mahasiswa-mahasiwa yang cerdas dan tangguh dan memenuhi standar industri. Kami saat ini benr-benar menyeleksi  mahasiswa yang benar-benar luar biasa dan memiliki passion yang kuat di bidang panasbumi,” kata Manajer Program Magister Teknik Geothermal ITB Nenny Miryani Saptadji.

Sementara di Universitas Indonesia, Program Magister Eksplorasi Geothermal menyediakan kelas malam dan akhir pekan, sehingga bisa dimanfaatkan para praktisi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademiknya.

“Beberapa praktisi dari Star Energy, Supreme Energy dan Chevron juga telah mengikuti program kami, termasuk 15 staf dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian Energi dan Sumbedaya Mineral,” ujar Ketua Program Magister Geothermal Universitas Indonesia Yunus Daud.

Dalam waktu dekat Universitas Indonesia berencana melembagakan Pusat Riset Panasbumi yang akan melibatkan pakar-pakar dari lintas Fakultas seperti Fakultas Sains (MIPA), Teknik, Ekonomi dan rumpun-rumpun ilmu sosial.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

ConocoPhillips Perpanjang Pasok Gas Bumi ke PGN di Batam Sebesar 30 BBTUD

MigasReview, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk mendapatkan perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari ConocoPhillips Indonesia Grissik Ltd (CPGL) sebesar 30 BBTUD. Suplai gas tersebut akan sepenuhnya digunakan PGN untuk mengalirkan gas bumi…