Indonesia-Denmark Petakan Potensi Energi Angin

02 May 2017, Editor Anovianti Muharti

migas review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan bersama dengan Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Ulla Tornaes meluncurkan buku Peta Potensi Energi Angin Indonesia dan Buku Integration of Wind Energi in Power Systems. Peluncuran buku tersebut dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Forum Bisnis Energi Indonesia dan Denmark hari ini, Selasa (02/05/2015).

Buku Peta Potensi Energi Angin Indonesia berisikan informasi mengenai potensi energi angin yang dimiliki Indonesia yang terbuka untuk publik dan diharapkan dapat membantu pemerintah dan pelaku usaha dalam menentukan wilayah yang memiliki potensi untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Sedangkan Buku "Integration of Wind Energi in Power Systems" dapat dijadikan panduan bagi para pengambil kebijakan dan pelaksana dalam mengintegrasikan energi listrik yang di produksi PLT Bayu (PLTB) ke dalam sistem jaringan listrik PT PLN yang didasari oleh pengalaman Denmark.

Potensi energi angin di Indonesia telah teridentifikasi di beberapa lokasi terutama di wilayah Jawa, Sulsel, Nusa Tenggara dan Maluku. Beberapa pengembang telah mengusulkan pembangunan PLTB di beberapa lokasi seperti: Sukabumi, Sidrap, Bantul dan Jeneponto. Pemerintah mentargetkan hingga tahun 2025 direncanakan pengembangan potensi PLTB sebesar 2.500 MW. Skema pengembangan PLTB tersebut dapat melalui program Pemerintah melalui skema feed in tariff atau negosiasi dengan PLN.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga menjelaskan, bahwa dengan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia, maka pengembangan EBT di seluruh pulau-pulau harus dimaksimalkan dengan melihat potensi dan tantangan yang ada di daerah tersebut.

"Kita (Indonesia) punya paling tidak 800 pulau (berpenghuni). Tidak mungkin kita mampu membangun jalur transmisi untuk menghubungkan seluruh pulau tersebut. Akan sangat mahal biayanya. Jadi kebijakan kami adalah dengan biaya yang rendah kita bangun listrik dari satu pulau ke pulau lain, dari satu daerah ke daerah lain, tetapi tetap dengan (kualitas) barang yang bagus," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jonan  menambahkan, bahwasanya kalau kita terus mendorong pembangunan listrik di Indonesia, maka pada akhir tahun 2019 atau 2025 tidak akan ada lagi daerah yang kekurangan listrik.

"Hal tersebut direalisasikan dengan bergerak bersama dan bukan hanya wacana. Walaupun dari hal yang kecil, 5 MW atau 10 MW oke-oke saja yang penting jalan, dibandingkan kita terus menerus diskusi lebih baik langsung implementasi. Jangan kebanyakan menunggu, karena akan memakan waktu bertahun-tahun," tutup Jonan.

Sementara itu, Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark, Ulla Tornaes mengungkapkan, bahwa saat ini Indonesia merupakan negara yang mampu membuktikan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup.

"Selama lebih dari 30 tahun, Indonesia telah membuktikan bahwa mereka mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan standar kehidupan. Untuk mendukung keberlanjutan ekonomi ini, pemerintah Indonesia telah memfokuskan pembangunannya pada infrastruktur, termasuk infrastruktur sektor energi guna memudahkan akses energi, juga meningkatkan kerjasama dalam mengembangkan energi yang terjangkau dan dapat diandalkan," ujar Tornaes.

Peranan Regulasi

Menurut dia, regulasi memegang peranan penting untuk mengakomodasi besarnya kebutuhan energi yang dihadapi. Denmark, pernah mengalami tantangan serius dalam hal ketahanan pasokan energi, namun dengan keputusan yang tepat, saat ini Denmark telah berubah menjadi negara yang ramah lingkungan melalui EBT dan dengan harga yang terjangkau.

"Denmark telah berubah secara signifikan dan sukses menjadi negara yang lebih hijau dengan energi yang terjangkau. Keuntungannya sama untuk konsumen dan swasta. Pengalaman ini yang akan kami bagi dengan Indonesia," pungkas Tornaes.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, potensi energi angin yang dimiliki Indonesia cukup lumayan namun pemanfaatannya belum maksimal. Pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) tentunya akan mendukung pencapaian target 25 persen energi baru terbarukan dalam bauran energi Indonesia di tahun 2025 dan membantu pengurangan emisi sebesar 29 persen di 2030.

"Investasi pengembangan energi angin sudah jalan satu di Janeponto dan satu di Sidrap masing-masing dengan kapasitas 75 MW dan 70 MW," ujar Rida.

Indonesia akan belajar banyak dengan Denmark dalam pemanfaatan energi bayu. Sebagaimana diketahui, Denmark adalah negara yang berhasil mengembangkan PLTB. Sekitar 40% energi listrik yang dihasilkan negara ini berasal dari energi bayu, bahkan saat ini Denmark sudah mengoperasikan PLTB di tengah laut (offshore).

Perkembangan teknologi telah berdampak positif terhadap biaya produksi listrik dari PLTB yang semakin murah. Saat ini, di Denmark, energi listrik dari PLTB telah mencapai sekitar 6 Sen US$/kWh. Harga yang rendah ini bisa dicapai berkat rendahnya resiko investasi di Denmark, yang sekaligus juga mendorong turunnya bunga pinjaman untuk investasi.

Indonesia-Denmark Business Forum digagas untuk meningkatkan investasi langsung dan mendorong kerja sama bisnis kedua negara, antara lain dalam bentuk proyek bersama, pembentukan Joint Venture Company, pembiayaan dan asuransi proyek sektor energi, juga menindaklanjuti kerja sama dalam kerangka Strategic Sector Cooperation (SSC) yang telah berlangsung sejak tahun Januari 2016. Saat ini sudah ada 2 pembangunan PLTB yang melibatkan investor Denmark dan sudah berjalan, PLTB Jeneponto 65 MW dan PLTB Sidrap 70 MW, keduanya terletak di Provinsi Sulawesi Selatan.

 

(Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Participating Interest 10%, Perlu Partisipasi Aktif Pemerintah Daerah

migas review Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Kamis (08/06/2017) membuka sosialisasi implementasi Participating Interest 10% (PI 10%) untuk wilayah Timur Indonesia. Acara ini dalam rangka memberikan penjelasan dan pemahaman terkait…