MigasReview, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN)
menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) bersama
dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) dan PT Multi Optimal Sentosa (MOS) untuk
mengembangkan kawasan industri Purwakarta, Jawa Barat.
MoU itu ditandatangani bersama antara Direktur Utama PJT II
Djoko Saputro, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, dan Kuasa Direksi MOS Hadi
Setiadarmaho. MoU secara resmi berlaku pada Senin (5/11/2018).
Saat ini, MOS merupakan badan usaha yang tengah mengembangkan
kawasan industri terpadu di Purwakarta, Jawa Barat. Dalam pengembangan dan
pembangunan kawasan industri terpadu itu, MOS menggandeng PGN dan PJT II untuk
menyediakan fasilitas yang dibutuhkan pihak industri.
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan, dengan
ditandatanganinya MoU antara ketiga pihak, pengembangan kawasan industri akan
menghadirkan kenyamanan beraktivitas bagi pelaku industri yang kelak menghuni
kawasan. Apalagi, terangnya, baik PGN maupun PJT II telah sarat pengalaman
menangani banyak klien komersial, termasuk industri besar.
Selain itu, Gigih menilai MoU inipun mencerminkan
sinergisitas yang kian kuat antara entitas bisnis guna menggerakkan
perekonomian nasional.
“Sinergi itu sangat
dibutuhkan, pelaku industri harus bersinergi dengan pengembang kawasan, begitu
pun pengembang kawasan mesti bersinergi pula dengan pihak lain, termasuk kepada
penyedia fasilitas,” katanya.
Dalam MoU, disebutkan nantinya PGN akan menopang sebagaimana
kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk dipergunakan bagi MOS. Begitu pun
untuk peran PJT II yang juga akan dimanfaatkan bagi pengembangan kawasan
industri.
Selanjutnya, MoU akan lebih dimatangkan ke dalam perjanjian
kerjasama ataupun dokumen tertulis lainnya. Kelak, perjanjian kerjasama itu
akan dijadikan acuan untuk pemanfaatan fasilitas serta skema teknis lainnya.
Salah satu contoh sinergi yang telah dilakukan dengan
kawasan industri yang sudah memanfaatkan layanan PGN yaitu Kawasan Industri
Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.
Kawasan industri itu dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).

Komentar