MigasReview, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, HM
Jusuf Kalla membuka secara resmi rangkaian acara The 7th IndoEBTKE ConEx 2018
yang dilaksanakan pada tanggal 29 - 31 Agustus 2018 di Balai Kartini. Jakarta.
Acara ini merupakan agenda tahunan Masyarakat Energi
Terbarukan Indonesia (METI) yang didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) c.q Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi (EBTKE).
Wakil Presiden menjelaskan, acara ini sejalan dengan upaya
Pemerintah untuk mengembangkan dan memanfaatkan energi baru terbarukan sebagai
sumber energi bersih masa depan serta senada dengan upaya perwujudan Nawa Cita
Presiden Joko Widodo.
"Kebutuhan energi
meningkat kira-kira 12% tiap tahun. Kebutuhan energi adalah sebuah keniscayaan
yang tidak pernah berhenti. Setiap kemajuan tidak mungkin tanpa energi. Apalagi
masyarakat saat ini yang berada di apartemen atau rumah-rumah bertingkat ingin
punya AC, TV, mesin cuci. Makanya, kita harus menciptakan iklim udara yang
lebih baik," kata Jusuf Kallaesdm.go.id.
Kedepan, Kalla berharap Pemerintah akan segera mencari
terobosan baru untuk menciptakan energi bersih, berkelanjutan, memiliki harga
terjangkau sehingga menarik minat para investor untuk menanamkan modal di
sektor Energi Baru Terbarukan.
"Terobosan yang
ingin dicapai agar mempunyai energi yang bersih, sustainable dan konstan
harganya," harapnya.
Hal senada disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan, bahwa
sesuai dengan komitmen Indonesia pada COP 21 di Paris tahun 2015 mengenai
penurunan emisi karbon, pengembangan energi baru terbarukan harus didorong dan
dipercepat. Oleh karenanya, Kementerian ESDM terus bekerja keras untuk
merealisasikan strategi percepatan pengembangan EBT, salah satunya melalui
perluasan pencampuran Biodiesel dalam BBM sebesar 20% untuk sektor
transportasi.
"Pengembangan EBT
didorong lebih cepat. Sampai hari ini di sektor ketenagalistrikan, EBT menyumbang
12,7% dalam bauran energi, masih perlu 10% untuk mencapai 23%. Sektor
transportasi sesuai arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, perluasan B20
akan berlaku secara efektif mulai tanggal 1 September 2018 untuk sektor
transportasi dan BBM, sehingga bauran EBT bisa menjadi 15%," kata Jonan.
Lebih lanjut, Pemerintah mengharapkan acara ini mampu
menghasilkan masukan sekaligus terobosan-terobosan baru yang mendukung program
dan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pengembangan EBT.
"Makin lama, makin
baik. Diskusinya sedikit, eksekusinya cepat," kata Jonan.
Selaku Ketua Panitia The 7th IndoEBTKE ConEx 2018 Surya
Darma menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah juga telah menunjukan komitmennya
untuk merealisasikan target yang ditetapkan pemerintah melalui kejelasan dan transparansi
dari metodologi yang digunakan dalam menentukan penurunan emisi. Masyarakat
Energi Terbarukam Indonesia (METI) telah dan akan terus bekerjasama dengan
pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia demi
kesejahteraan masyarakat.
"METI merasa
bangga menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk ikut menarik para investor,
mencari terobosan teknologi dan regulasi dan pola pendanaan untuk mencapai
target bauran energi 23% pada tahun 2025. Salah satunya dengan mendukung
percepatan B20," ujar Surya.
Surya mengakui masih banyak tantangan dalam pengembangan EBT
di Indonesia secara komersial seperti menciptakan harga yang kompetitif bagi
para investor.
Mengambil tema Investment
Breakthrough to Achive Renewable Energy Target, acara IndoEBTKE ConEx tahun
ke-7 ini menekankan energi terbarukan menjadi solusi untuk keamanan energi yang
mana pada saat ini terjadi krisis energi di berbagai sektor. Berbagai rangkaian
kegiatan diselenggarakan pada acara IndoEBTKE Conex ini antara lain conference, exhibition, breakout session
paper competition, dan training
session.
Diskusi yang menarik mengenai energi terbarukan, teknologi
energi terbarukan baik dari sisi surface
maupun subsurface akan diulas pada
kegiatan ini, termasuk diskusi berbagai pihak yang terlibat mulai dari investors, developers, PT PLN (Persero)
PT Pertamina, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Keuangan,
Kementerian Keuangan, Praktisi Internasional dan masih banyak lagi telah
dijadwalkan.

Komentar