MigasReview, Brussels - Perundingan Perjanjian Kerjasama
Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)
antara Indonesia dan Uni Eropa putaran ke-5 baru saja selesai pada Jumat, 13
Juli 2018. Perundingan yang dilaksanakan di Brussels, Belgia sejak tanggal 9 Juli 2018,
bukan hanya mencakup perdagangan barang, namun juga jasa, serta investasi dan
kerjasama lainnya.
"Kalau Indonesia
mau maju, perlu bermitra dengan negara-negara maju. Mungkin perundingan kita
dengan Uni Eropa ini akan melahirkan perjanjian perdagangan paling modern yang
pernah kita lakukan, karena juga mencakup beberapa isu yang selama ini belum
pernah kita negosiasikan (secara khusus)," ungkap Direktur Jenderal Perundingan
Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyoesdm.go.id.
Salah satu dari sekian isu khusus tersebut adalah Energy and
Raw Material (ERM). Perundingan isu ERM dari pihak Indonesia dipimpin oleh Staf
Ahli Menteri (SAM) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Investasi dan
Pengembangan Infrastruktur, dan SAM ESDM Bidang Perencanaan Strategis.
Beberapa hal yang dibahas terkait isu ERM antara lain,
Pertama, secara
umum Uni Eropa ingin mengamankan akses terhadap energi dan mineral dari
Indonesia, termasuk bagaimana perlakuan penerapan bea keluar mineral.
Pembahasan ini masih berlanjut, seiring dengan posisi Indonesia yang
mengedepankan kedaulatan negara dalam pengelolaan sumber daya energi dan
mineral.
"Terkait raw
material, semangat kita meningkatkan nilai tambah, itu amanat undang-undang.
Terkait export duty mineral, lingkup pembahasannya lintas Kementerian, seperti
ESDM, Perdagangan, Perindustrian dan Keuangan," kata SAM ESDM Bidang
Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda Priaadi.
Kedua, terkait
pelaksanaan kegiatan usaha bidang energi. Berbagai permintaan disampaikan Uni
Eropa karena awalnya mereka menyangka proses berusaha di Indonesia kurang
memiliki kepastian, termasuk pengusahaan energi di wilayah kehutanan.
"Kita sudah
berubah, sudah fast decission making. Dibuktikan setidaknya 2 tahun terakhir,
186 perizinan kita potong. Sebagai contoh di hulu migas, proses yang selama ini
take years, sekarang kita selesaikan hanya hitungan bulan. Kita cukup
kompetitif dibanding negara lain, bisnis proses kita terus dipangkas. Pesan ini
ini yang kita sampaikan," tambah SAM ESDM Bidang Investasi dan
Pengembangan Infrastruktur Prahoro Yulijanto Nurtjahyo.
Uni Eropa juga sempat meminta blok migas yang belum laku
saat lelang untuk dapat diberikan langsung kepada mereka. Namun, hal tersebut
belum bisa dilakukan karena aturan yang ada sekarang adalah mendorong
perusahaan untuk kompetitif dalam melakukan usaha.
"Silahkan ikuti
lelang, jika kompetitif dan jika bisa provide proposal yang paling bagus, tentu
dapat diberikan (hak pengelolaannya). Pemerintah terus meningkatkan kemudahan
dalam melakukan kegiatan usaha," tambah Prahoro.
Di bidang ketenagalistrikan juga dijelaskan mengenai peluang
investasi pembangkit listrik yang sangat terbuka dan kepastian penyaluran
listriknya melalui transmisi yang dikelola oleh PLN.
Prahoro juga menegaskan bahwa dengan menunjukkan kebijakan
dan regulasi, termasuk perubahan dan kemudahan yang dilakukan, akan
memperlihatkan posisi Indonesia dalam perundingan ERM tersebut. "Itu sangat bermanfaat bagi Uni Eropa,
sehingga akhirnya mereka menjadi tahu, dan dapat menyampaikan kembali
penyempurnaan draft proposal ERM tersebut," tuturnya.
Ketiga, kedua
belah pihak juga sepakat mendorong penerapan standar internasional dalam kegiatan
usaha energi dan mineral, terutama terkait safety.
Selanjutnya, juga disepakati berbagai kegiatan penelitian, pengembangan dan
inovasi energi dan raw material,
terutama terkait energi terbarukan dan efisiensi energi.
Kedua belah pihak membahas draft proposal ERM dan saling menjelaskan pendekatan kebijakan
energi dan mineral masing-masing. Kemajuan signifikan telah dicapai, beberapa
modifikasi draft proposal telah diselesaikan dan mendekati kesepakatan penuh.
Pembahasan ERM ditargetkan selesai pada September 2018.
Terkait isu palm oil,
setelah penutupan perundingan, Iman Pambagyo menyampaikan bahwa perundingan
Indonesia-EU lebih besar dari isu palm
oil saja. Karena menyangkut komoditi perdagangan barang, jasa, investasi
dan kerjasama lainnya. Meskipun dalam perdagangan, porsi palm oil memang besar,
tetapi kita juga mau membesarkan komoditi yang lain.
"Kita terus
jalani perundingan ini, tapi kita tetap suarakan concern kita mengenai palm
oil, karena buat kita ada diskrimatif treatment di situ," pungkas Iman.

Komentar