Pemerintah Optimis Capai Target Kapasitas Terpasang Panasbumi

09 October 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti / Migas Review
Oppie Muharti / Migas Review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Pemerintah optimis mampu mencapai target kapasitas terpasang panasbumi pada tahun 2017 sebesar 1.858,5 MW sebagaimana road map yang telah disusun.

“Saat ini kapasitas terpasang panasbumi sampai dengan 6 Oktober 2017 sudah mencapai 1.808,5 MW. Targetnya 1.858,5 MW pada akhir tahun 2017. Kami berharap dan optimis mencapai angka itu,” ungkap Direktur Panasbumi Yunus Saefulhak, seperti yang dilansir ebtke.esdm.go.id, Senin (09/10/2017).

Potensi panasbumi yang dimiliki Indonesia sebesar 11.073 MW (resources) dan 17.506 MW (reserves) dengan kapasitas terpasang sebesar 1.643,5 MW pada tahun 2016. Yunus menyampaikan, penambahan kapasitas terpasang pada tahun 2017 meliputi PLTP Ulubelu Unit 4 (55 MW), PLTP Karaha Unit 1 (30 MW), PLTP Sorik Marapi (Modular, 20 MW), dan PLTP Sarulla Unit 2 (110 MW).

Saat ini kapasitas terpasang mencapai 1.808,5 MW, 10,3% dari cadangan panasbumi Indonesia. Produksi uap telah mencapai 51% dari target tahun 2017 pada laporan semester I dan memberikan kontribusi PNBP sebesar Rp 0,25 triliun sampai dengan Juni 2017. Pemerintah terus berupaya agar target panasbumi pada tahun ini dapat tercapai.

“Saat ini ada lima hal yang menjadi tantangan pengembangan panasbumi, yaitu lokasi panasbumi di kawasan hutan, penolakan masyarakat, harga, pendanaan dan perizinan,” tutur Yunus.

Dia mengungkapkan, pemerintah terus berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan dengan dukungan semua pemangku kepentingan.

Berikut upaya terobosan pengembangan panasbumi

(1) penugasan kepada BUMN dalam rangka pengembangan hulu dan hilir pana bumi berdasarkan Undang-Undang 21/2014

(2) penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi

(3) insentif berupa tax allowance dan tax holiday

(4) penyederhanaan perizinan dan peluncuran 3 aplikasi pelayanan publik berbasis online

(5) pengeboran eksplorasi oleh pemerintah dan geothermal fund,

(6) dan pelelangan WKP Indonesia Timur khususnya di daerah yang memiliki BPP setempat lebih tinggi dari BPP Nasional.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Chevron Mulai Studi Proyek Indonesia Deepwater Development

migas review MigasReview, Jakarta - Chevron Indonesia mengumumkan bahwa telah memulai kegiatan studi untuk mendalami lebih jauh alternatif pengembangan Proyek Gendalo-Gehem, yang merupakan tahap kedua dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutai Basin,…