IFC menyelenggarakan Transformational Business Day dalam rangka Mendukung Upaya Indonesia untuk meningkatkan Investasi di bidang Energi Terbarukan

14 March 2018, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti | MigasReview.com
Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

IFC anggota kelompok Bank Dunia dan Pemerintah Indonesia berkerja bersama untuk secara signifikan mempercepat Investasi dan pengembangan energi terbarukan di Negara ini dengan menyelenggarakan Transformational Business Day yang akan fokus pada pembahasan energi, gas dan energi terbarukan di Indonesia.

 

Lebih dari 100 regulator, pelaku pasar, pembuat policy, investor, dan para executive diharapkan hadir dalam sesi berbagi pengetahuan ini. Sesi ini diharapkan dapat mengembangkan kemitraan baru, memanfaatkan peluang dan mempercepat pasar Indonesia yang berkembang pesat untuk transaksi energi terbarukan. Acara tingkat tinggi akan di mulai dengan pidato utama oleh menteri Energi dan Sumber Daya Alam Ignasius Jonan, dan akan dilanjutkan dengan  beberapa presentasi serta diskusi mengenai proyek di seluruh dunia yang telah menunjukkan dampak dan telah direplikasi.

 

Simposium tersebut merupakan acara PERTAMA dari Rangkaian Program VOYAGE TO INDONESIA yang merupakan program Kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Dana Moneter International (IMF) dan Kelompok Bank Dunia menjelang Pertemuan Tahunan Kelompok Bank Dunia 2018 di Bali. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai sumber daya alam terbesar di Planet ini, empat puluh persen dari cadangan panas bumi dunia terdapat di Indonesia.

 

Indonesia, Negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini, berjuang untuk melepaskan potensi energi bersihnya dan menetapkan target ambisius untuk menghasilkan 23% energi terbarukan sebagai sumber energi di Negara ini pada tahun 2025, meningkat dari kondisi saat ini yaitu 5 % Energi terbarukan di dalam komponen Energy Mix di Indonesia.

 

Untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor Energi Terbarukan, dibutuhkan investasi Sektor Swasta yang lebih besar.

 

“IFC meningkatkan dukungan dan mobilisasi untuk proyek-proyek Climate-Smart dan tetap menjadi pendukung aktif pembangunan energi dan infrastruktur di Indonesia “, Vivek PATHAK, Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik “ Dengan mengandalkan inovasi dan mengundang investasi sektor swasta, Indonesia yang merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia ini, memiliki potensi untuk membangun Proyek-proyek berkesinambungan dan beragam proyek lainnya yang akan mendukung perekonomian yang kuat dan berkembang.”

 

IFC lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di Negara berkembang adalah satu investor energji terbarukan terkemuka di dunia dan telah memainkan peranan penting dalam pengembangan sektor energi terbarukan di Indonesia, menurunkan hambatan peraturan dan lingkungan, membiayai beberapa proyek besar dan mendorong investasi swasta serta merintik model pembiayaan inovatif.

 

"IFC berkomitmen untuk menciptakan pasar dan meningkatkan pasar - dalam investasi swasta untuk membuka dan meningkatkan proyek energi terbarukan di Indonesia," kata Azam Khan, Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia dan Timor-Leste. "Secara global, kita telah melihat bagaimana bisnis swasta dapat membantu memacu pengembangan dan investasi dalam peluang energi bersih, dan energi terbarukan di Indonesia tetap menjadi salah satu prioritas utama kami."

 

 

 

Secara Global, dalam dasawarsa yang lalu, IFC telah menginvestasikan US$ 18,3 Milliar yang merupakan dana IFC sendiri bagi pembiayaan jangka panjang untuk Smart-Climate Projects serta memobilisasi tambahan US$ 11 Miliar dari Investor lain. Melalui investasi ini IFC telah mengembangkan keakhlian di pasar utama, termasuk  sumber tenaga dari matahari,  sumber tenaga daya air, angin, penyimpanan energi, green building  dan pengelolalan Limbah ke Energi.

 

Setelah Business Transformational Day, Financial Times dan IFC akan menjadi tuan rumah acara makan malam Pre-Awards Transformational FT/IFC. Para tamu akan berpartisipasi dalam acara merayakan kemenangan para peserta di tahun lalu dimana mereka telah diakui karena keakhliannya untuk solusi business yang berdampak dan transformative.

 

Sejak tahun 2006, penghargaan tersebut telah memamerkan dan memberikan penghargaan atas inovasi berdampak, replicability, kelayakan finansial dan berlanjut di berbagai kategori termasuk Sustainable Development, Disruptive Tecnologies, dan Climate Solutions Pada tahun 2017, penghargaan tersebut menarik 155 entries dari 219 organisasi di 92 negara. Pelamar didorong untuk menyerahkan sampai batas waktu yang di perpanjang pada tanggal 31 Maret 2018. Penerima penghargaan akan diumumkan pada upacara penghargaan resmi di Londo pada tanggal 6 Juni 2018.

 

 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Jawa Satu Power Tunjuk Konsorsium GE sebagai Kontraktor EPC PLTGU Jawa-1

migas review MigasReview, Jakarta - Pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 dengan kapasitas 1.760 MW dan menjadi pembangkit listrik berbahan bakar gas terbesar di Asia Tenggara akan segera terwujud. PT Jawa Satu Power, yang merupakan…