MigasReview, Bandung - Keberlangsungan pasokan listrik PLN
mulai dari pembangkit hingga ke pelanggan ditopang oleh serangkaian kabel
jaringan transmisi dan juga gardu listrik. Kemampuan kapasitas gardu listrik
dalam menampung daya listrik untuk disalurkan ke pelanggan menjadi ukuran
kehandalan sistem listrik di suatu area.
PLN sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional. Pada
Jumat (23/3/2018) lalu, PLN berhasil mengoperasikan gardu induk jenis Gas
Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt Kiaracondong II/Gedebage yang dibangun
sejak April 2016 lalu.
Dengan kapasitas total 120 Mega Volt Ampere (2x60 MVA), GIS
ini sanggup memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik untuk kota Bandung dan
sekitarnya. Utamanya daerah Gedebage, Rancasagatan, Rancabolang, Cisaranten,
Derwati, juga termasuk kawasan Summarecon dan Stadion Gelora Bandung Lautan
Api.
Keterbatasan lahan di kota Bandung tidak menjadi hambatan
bagi PLN dalam membangun GIS ini. Buktinya cukup dengan luasan lahan 0,6 hektar
saja PLN sudah mampu membangun GIS yang memadukan kombinasi gardu listrik indoor dan outdoor.
“Dengan teknologi saat
ini, PLN dapat memaksimalkan ketersediaan lahan di kota Bandung. Untuk gardu
listrik sejenis konvensional malah memerlukan lahan hingga 2 hektar,” ujar
Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.
Selain itu, menurut Amir GIS ini memiliki kelebihan dalam hal pengamanan yang menggunakan
teknologi gas sebagai media isolasi dibanding teknologi konvensional.
“GIS yang baru ini
sudah menggunakan gas SF6 sebagai media isolasi pada peralatan yang
bertegangan, dimana peralatan-peralatan utamanya berada dalam satu selubung logam
tertutup rapat. Ini berbeda dengan gardu listrik konvensional yang menggunakan
media udara sebagai isolasi antar peralatan bertegangan,” pungkas Amir.

Komentar