MigasReview, Jakarta - PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD)
telah berhasil merampungkan perjanjian untuk pembiayaan proyek panasbumi Rantau
Dedap. Pinjaman senilai US$ 540 juta telah ditandatangani di Jakarta, Jum'at
(23/03/2018).
Penandatangan perjanjian pembiayaan untuk proyek tersebut
dilakukan oleh SERD dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC),
Asian Development Bank (ADB) dan kelompok bank komersial internasional (yang
terdiri dari Mizuho Bank Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Sumitomo Mitsui
Banking Corporation), dengan perusahaan Nippon Export and Investment Insurance
sebagai penjamin.
SERD adalah perusahaan patungan yang terdiri dari PT Supreme
Energy, ENGIE dari Perancis, Marubeni Corp dan Tohoku Electric Power Co., Inc.
dari Jepang.
Presiden & CEO Supreme Energy Supramu Santosa
mengatakan, bahwa pinjaman tersebut untuk membiayai pengembangan proyek
Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Rantau Dedap berkapasitas 98,4 MW
(bruto). Proyek ini lokasinya masuk di Daerah Muara Enim, Lahat dan Kota Pagar
Alam, Provinsi Sumatra Selatan.
Untuk mengembangkan proyek ini, SERD juga telah menunjuk
Kontraktor EPC, konsorsium PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric Co., Ltd.
Proyek ini diharapkan akan selesai pada tahun 2020 mendatang.
"Proyek ini
rencananya akan rampung pada tahun 2020, dengan kapasitas produksi listrik
bebas karbon sebesar 98,4 MW (bruto), dan akan mengurangi emisi CO2 sebayak
486.000 ton per tahun," ujar Supramu.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa pengembangan
panasbumi Rantau Dedap merupakan proyek PLTP kedua yang dibangun oleh Supreme
Energy. Sebelumnya, perusahaan energi nasional ini juga tengah membangun proyek
serupa di Muara Laboh, Solok Selatan, Sumatera Barat, yang pembiayaannya
didapat pada tahun 2017.
"Ini merupakan
upaya gigih panjang dan komitmen yang kuat dari Supreme Energy dalam
pengembangan sumber daya panasbumi di Indonesia, yang merupakan bagian penting
dari rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energi baru
terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional untuk mencapai ketahanan energi
yang berkelanjutan," papar Supramu.
CEO ENGIE Group Isabelle Kocher mengatakan, proyek panas
bumi kedua di Indonesia ini merupakan bukti keahlian pihaknya dalam hal
eksplorasi bawah bumi, serta pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik
tenaga panas bumi, dan merupakan bagian dari kontribusinya untuk membantu
Indonesia dalam menyediakan tenaga listrik rendah karbon yang efisien bagi
masyarakat.
“Kemitraan kami di proyek panas bumi Rantau Dedap ini juga
merupakan bagian dari strategi ENGIE untuk bisa menjadi pemimpin di bidang
transisi energi di dunia, terutama dengan fokus pada energi terbarukan,”
tuturnya.
Pembangunan proyek Rantau Dedap renancanya akan dimulai
tahun ini, dan diperkirakan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk sekitar
1.200 orang, selain juga tentunya memberikan peluang ekonomi kepada pengusaha
lokal di Provinsi Sumatera Selatan.

Komentar