MigasReview, Jakarta - Dalam rangka memasifkan pemasangan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop,
Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerbitkan aturan
(regulasi) untuk pelaksanaannya.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan Dan Konservasi
Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengungkapkan, rancangan regulasi tersebut berupa
Peraturan Menteri ESDM (Permen ESDM) yang mengatur pelaksanaan PLTS Rooftop, dalam waktu dekat akan segera
diterbitkan.
"Pemasangan roof
di rumah-rumah akan dimasifkan segera. Untuk itu diperlukan aturan hukumnya.
Untuk mengakselerasikannya itu diatur dalam Permen (ESDM)," ujarnyaesdm.go.id.
Rancangan Permen tersebut lanjut Rida, akan segera
diterbitkan setelah mendapat persetujuan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
"Saya baru lapor
ke Pak Menteri, dan dalam waktu dekat permen itu akan ada, dan kita sudah
membicarakannya kepada stakeholder sebanyak tiga kali untuk mendapat
masukkan," lanjut Rida.
Sebagai pijakan hukum pelaksanaanya, ungkap Rida, Rancangan
Permen ESDM ini akan mengatur beberapa hal, antara lain terkait pelanggan,
kapasitas dan pemasangan PLTS harus diatap dengan pembatasan kapasitasnya
maksimum, dan yang terkait dengan masalah transaksinya atau tarif harga listriknya.
Poin selanjutnya adalah keselamatan standarnya dan siapa
petugas resmi yang memasangnya.
"Kalau kita beli
dari PLN jelasnya sesuai dengan tarif tenaga listriknya (TTL). Nah sekarang kan
kita jual ke sana, ini yang belum putus karena harus simulasi minimum ada tiga
opsi," jelas Rida.
PLTS rooftop saat
ini dipandang merupakan solusi yang handal bagi penyediaan energi di
gedung-gedung perkantoran, mengingat mayoritas gedung perkantoran menggunakan
listrik pada siang hari atau jam kerja. Selain biaya pengadaan listriknya lebih
murah dari diesel ataupun bahan bakar minyak (BBM), PLTS rooftop juga lebih
ramah lingkungan.
Pemanfaatan PLTS rooftop
sebagai sumber energi listrik telah dilakukan Kementerian ESDM, rumah
dinas, bahkan di lapangan parkir.
"Pak Menteri
memerintahkan kita lebih serius atau lebih intensif untuk mencapai target
bauran energi nasional. Salah satunya panasbumi dan segala macam itu dikejar
semua, nah kemudian yang celahnya masih lebar itu PLTS. Semua gedung-gedung kan
sudah masang rooftop, parkiran aja dipasangin. Terakhir Rumah dinas Pak Wamen
(Wakil Menteri) ESDM sudah dipasang rooftop," tutup Rida.

Komentar