Pemerintah Berharap Nicke Bawa Pertamina Jadi Perusahaan Kelas Dunia

30 August 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, proses penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjadi Direktur Utama (Dirut) definitif melalui proses yang agak panjang.

“Prosesnya kurang lebih 2 bulan, diajukan tiga nama, dan akhirnya presiden memutuskan untuk memberikan kehormatan, kepercayaan kepada Ibu Nicke sebagai Dirut Pertamina,” kata Pramonosetkab.go.id.

Tentunya, dengan kepercayaan, kehormatan ini dengan tugas-tugas yang sudah secara langsung diberikan oleh Presiden, Pramono berharap Nicke bisa segera membenahi dan mereformasi Pertamina. Terutama terkait dengan penugasan luar biasa yang diberikan pemerintah kepada Pertamina untuk mengelola Mahakam, Blok Rokan, dan 8 (delapan) wilayah kerja lainnya.

“Tugas ini sangat berat bagi Ibu Nicke dan tim. Mudah-mudahan, kepercayaan itu bisa ditangani secara baik,” tuturnya.

Mengenai alasan penetapan Nicke sebagai dirut definitif Pertamina, Pramono mengemukakan, yang pertama adalah Pertamina memerlukan sebuah tim yang solid dan juga orang yang bisa berbenah di internal Pertamina.

Pramono mengingatkan Pertamina ini sebuah perusahaan yang sangat besar, kalau diibaratkan kapal adalah sebuah kapal yang sangat besar, yang selama ini mendapatkan privilege dari pemerintah karena memang 100% sahamnya milik pemerintah.

Namun dengan perkembangan dunia usaha, menurut Seskab, tidak bisa lagi Pertamina tidak melakukan inovasi, baik itu eksplorasi, eksploitasi, kemudian juga pemasaran, dan juga harus bertarung di dunia internasional.

“Enggak bisa hanya menggantungkan diri kepada lapangan-lapangan yang ada di dalam negeri atau di Indonesia,” ujarnya.

Maka dengan demikian, lanjut Pramono, harapannya Pertamina bisa menjadi sebuah perusahaan perminyakan, gas dan perminyakan yang world class.

“Dan itulah yang menjadi harapan pemerintah dalam hal ini,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, melalui Surat Keputusan dengan Nomor SK 232/MBU/08/2018 Tanggal 29 Agustus 2018, Menteri BUMN Rini Soemarno telah menetapkan Nicke Widyawati sebagai Dirut PT Pertamina (Persero).

Hasil RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) juga memutuskan, mengangkat Dharmawan H Samsu sebagai Direktur Hulu dan Kushartanto sebagai Direktur SDM Pertamina. 

Dharmawan berasal dari profesional di bidang migas, dengan posisi strategis sebagai Head of Country BP Indonesia. Sedangkan Kushartanto sebelumnya merupakan Direktur SDM PT Jasa Marga Tbk, President Director KTalents Asia, serta berbagai perusahaan lainnya sebagai profesional di bidang SDM.

Sementara itu, SK juga memberhentikan dengan hormat Syamsu Alam yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hulu Pertamina.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng bersyukur karena akhirnya susunan Direksi BUMN ini lengkap.

“Pertamina membutuhkan sustainability kepemimpinan. Karena Pertamina memiliki posisi sangat strategis bagi bangsa ini,” ujarnyapertamina.com.

Tanri Abeng juga mengingatkan agar Direksi bekerja dengan melihat peluang bisnis yang ada.

“Jika ditanya tantangannya apa, kita jangan bicara itu, tapi peluangnya apa. Peluang bisnis ini unlimited. Dalam semangat itulah kita bekerja bersama,” imbuhnya.

Tanri Abeng menekankan agar susunan direksi Pertamina yang lengkap dapat bekerja sama dalam satu tim. 

Saya berharap, di bawah kepemimpinan Bu Nicke, Dewan Direksi Pertamina dapat lebih solid, jauh lebih adaptif, dan lebih progresif lagi,” pungkasnya.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Sekitar 3,6 Juta Barel Minyak Berstatus Dead Stock

migas review MigasReview, Gresik - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 3,6 juta barrel minyak bumi dengan status dead stock yang hingga kini belum bisa diolah dan tidak termanfaatkan. Dead stock…