MigasReview, Jakarta - Presiden Joko Widodo optimistis, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bisa dilakukan pada akhir April 2015.
"(PLTU) Batang sudah tidak ada masalah. Akhir bulan (ini) kami akan ke sana untuk groundbreaking," ujar Jokowi di depan para wartawan di Kantor Pusat PLN, Selasa, (07/04).
Dikatakannya, masalah yang selama ini menghambat pembangunan pembangkit listrik ini adalah perizinan dan pembebasan lahan. “Itu yang dibantu pemerintah," ucapnya.
PLTU Batang yang merupakan PLTU terbesar di ASEAN dengan kapasitas 2x1000 megawatt (mw) seharusnya beroperasi pada 2016 namun terkendala masalah pembebasan lahan.
Pelaksana proyek PLTU Batang adalah konsorsium Bhimasena Power Indonesia, yang terdiri atas PT Adaro Energy (34 persen), J-Power (34 persen), dan Itochu Jepang (32 persen).
Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Afiliasi Anak Perusahaan PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin mengatakan, PLTU Batang yang dipastikan beroperasi pada 2018 kemungkinan besar akan molor pengerjaannya.
Menurut Murtaqi, jika financial closing dapat selesai tahun ini, maka PLTU Batang kemungkinan baru beroperasi pada 2019. (ty)

Komentar