MigasReview, Jakarta - Indus Energy, perusahaan migas yang tercatat di Bursa Australia, melepas 80 persen kepemilikannya di Prabu Energy Pty Ltd, pengelola PSC Ranau di Sumatera Selatan, untuk fokus pada proyek oil sands Cold Lake di Alberta, Kanada.
Seperti dilansir Proactive Investors, Jumat (10/4), Prabu Energy dijual ke PT Tosec World, anak perusahaan yang sepenuhnya dikuasai PT Tech Oil International.
Aksi korporasi ini merupakan kelanjutan dari kajian strategis atas PSC ini dan operasional perusahaan di Indonesia, juga akibat kondisi operasional yang kurang menguntungkan di sektor migas negara ini.
Sejalan dengan pengalihan saham ini, Indus akan mempertahankan overriding royalty interest setara dengan 10 persen atas migas yang diproduksi dari aset-aset yang dikuasai PrabuEnergy per tanggal kesepakatan itu.
Indus dan Tosec akan mengeksekusi kesepakatan royalti itu sesegera mungkin.
Pada November 2014, perusahaan mengeksekusi persyaratan mengikat dengan First Nations Exploration Company, Keyano Pimee Exploration Company Limited (KPECL), untuk farm in dalam proyek oil sands Cold Lake seluas 82,290 acre di Alberta. Sejak saat itu, Indus melakukan serangkaian pertemuan dengan KPECL dan Cree Nations Chiefs di Alberta yang berujung pada negosiasi untuk memfinalkan dan mengeksekusi joint operating agreement tersebut.
Divestasi saham di PSC Ranau akan memungkinkan perusahaan memiliki posisi kas dan di saat yang sama mempertahankan eksposur atas produksi di masa mendatang melalui royalti 10 persen.
Di sisi lain, Cold Lake menawarkan peluang yang signifikan bagi Indus mengingat kawasan ini memproduksi sekitar 500.000 barel minyak per hari dan merupakan satu dari tiga cadangan oil sand utama di Alberta. (cd)

Komentar