Pertamina Dorong Pemanfaatan Bioethanol

09 April 2015, Editor Cundoko

Ilustrasi. (Fachry Latief/ MigasReview.com)
facebook
5
twitter
101
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) dengan meningkatkan campuran bioethanol ke bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium berbahan dasar tebu.

"Kita banyak menghasilkan tebu yang merupakan solusi untuk mengurangi impor BBM," ujar Manager Technology and Product Development Direktorat Energi Baru Terbarukan PT Pertamina (Persero) Andianto Hidayat di Jakarta, Kamis (9/4).

Untuk menghindari tumpang tindih penggunaan tebu sebagai komoditas makanan dan sebagai bahan bakar, lanjut Andianto, Pertamina juga akan mulai memanfaatkan bahan baku rumput gajah.

"Kami ingin mendekat ke sana. Kami ingin benar-benar bebas dari penggunaan jenis tanaman yang berhubungan dengan makanan. Makanya sekarang kami sedang mengembangkan rumput gajah untuk bahan baku bioetanol," jelas Andianto.

Apalagi pemerintah yang kini tengah menerapkan mandatori biodiesel 15 persen (B15) juga tengah menjajal generasi kedua mandatori dengan bioethanol meski baru 2 persen.

Andianto mencontohkan Brasil yang sukses dalam pemanfaatan bioethanol dan kini campuran untuk BBM sejenis Premiumnya sudah mencapai 80-90 persen (E80 dan E90). Yang menarik, mesin produksi Toyota di Indonesia yang mampu mengonsumsi BBM dengan campuran bioethanol dan diekspor ke Brasil memiliki ongkos produksi paling murah.

"Sedangkan di Indonesia, kita punya ethanol namun produksinya dipakai orang luar sementara kita tetap pakai minyak," ungkap Andianto.

Sebagai catatan, Brasil adalah negara produsen bioethanol terbesar kedua di dunia dan banyak mengekspor sumber energi tersebut. Brasil dan Amerika Serikat saat ini menguasai 87,8 persen produksi ethanol dunia.

"Sedangkan di Indonesia, pemerintahnya baru menerapkan mandatori bioethanol sebesar 2 persen, jauh dibandingkan Brasil yang telah 80 persen. Seharusnya pemerintah kita lebih berani lagi,” kata dia. (aw)

 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pertamina Lakukan Lifting Pertama Minyak Banyu Urip

MigasReview, Jakarta   - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melaksanakan lifting pertama dari Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang di Surabaya, Minggu (12/4). FSO ini merupakan tempat penampungan minyak mentah yang diproduksi dari…