MigasReview, Jakarta - Untuk membantu ekonomi masyarakat
nelayan serta diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas
guna mendukung ketahanan energi, sejak 2016 Pemerintah melaksanakan Program
Pendistribusian Paket Perdana Konverter Kit (Konkit) BBM ke LPG untuk Nelayan
Kecil. Pada 2018, konkit akan mulai dibagikan pada akhir Agustus atau awal
September mendatang.
“Insya Allah
(pembagian konkit nelayan) akhir Agustus atau awal September. Mudah-mudahan
lancar,” ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas
Alimuddin Basomigas.esdm.go.id.
Pembagian konkit ini akan dilakukan secara masif hingga
akhir Desember 2018. Untuk tahun ini, konkit untuk nelayan kecil yang akan
dibagikan berjumlah 25.000 unit, tersebar di 55 kabupaten/kota yaitu Kab.
Talakar, Kab. Bulukumba, Kab. Jeneponto, Kab. Selayar, Kab. Bone, Kab. Wajo,
Kab. Sinjai, Kota Palu, Kab. Banggai, Kab. Gorontalo Utara, Kab. Bone Bolango,
Kab. Boalanemo, Kab. Pahuwato, Kota Manado, Kab. Minahasa Utara, Kab. Mempawah,
Kota Singkawang, Kota Bontang, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kab. Kutai
Kertanegara, Kota Tarakan, Kab. Karangasem, Kab. Lombok Utara, Kota Mataram,
Kab. Lombok Timur, Kab. Tanah Bumbu, Kab. Kotabaru.
Selain itu, Jakarta Utara, Cianjur, Cirebon, Wonosobo,
Jepara, Trenggalek, Tuban, Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan,
Probolinggo, Kota Pasuruan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara,
Mandailing Natal, Samosir, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Batam,
Kampar, Kota Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Kota Palembang.
Realisasi hingga tahun 2017, telah dibagikan sebanyak 22.554
unit di 38 kabupaten/kota.
Pendistribusian paket perdana konverter kit BBM ke LPG untuk
nelayan kecil merupakan solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan,
mengurangi emisi gas karbon monoksida/gas buang, mengurangi kerusakan terumbu
karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih
sejahtera. Pengurangan biaya bahan bakar yang dinikmati nelayan setelah
menggunakan LPG mencapai Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari.

Komentar