MigasReview, Jakarta - PT PLN (Persero) tengah membangun
infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut 150 kilo Volt (kV) yang
menghubungkan sistem kelistrikan di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan
Tengah (Sistem Barito) dengan sistem kelistrikan di kabupaten Kotabaru. Penggelaran
kabel laut secara resmi mulai Selasa (13/11/2018).
Kehadiran kabel laut tersebut diharapkan dapat meningkatkan
keandalan listrik di Kotabaru yang selama ini hanya mengandalkan suplai listrik
dari PLTD dengan kapasitas 16,2 Mega Watt (MW).
Total konsumsi listrik di Kotabaru memang hanya 12 MW akan
tetapi dengan sistem interkoneksi yang sedang dibangun PLN ini, nantinya
masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan PLTD, suplai utama kelistrikan di
Kotabaru akan disuplai langsung dari Sistem Barito.
Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri,
yang meninjau langsung proses pekerjaan penggelaran kabel laut mengatakan,
bahwa kabel laut yang dipasang mulai dari landing
point Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu sampai dengan landing point Pulau
Laut di Kabupaten Kotabaru sepanjang 4 kilo meter sirkuit (kms) tersebut
merupakan program strategis yang sudah direncanakan dan termasuk ke dalam
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2016 – 2025 untuk
memenuhi kebutuhan energi listrik di Kotabaru.
“Untuk menghubungkan
sistem kelistrikan tersebut, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan
lainnya yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk
(GI),” ujarnyapln.co.id.
Total ada sebanyak 109 tower SUTT yang dibangun, 94 tower SUTT di Kotabaru dan 15 tower SUTT di Batulicin dengan total panjang jaringan 37,5 kms. Sedangkan GI dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) dibangun di Batulicin dan Kotabaru.
Machnizon menjelaskan progres pembangunan SUTT sampai saat
ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan pondasi. Sedangkan
status GI Batulicin saat ini sudah dapat dioperasikan, sementara itu GI
Kotabaru masih dalam tahap pengujian dan siap dioperasikan pada akhir November
tahun 2018.
“Pembangunan SUTT di
Batulicin ditargetkan selesai dan siap untuk beroperasi pada Januari 2019,
sedangkan SUTT di Kotabaru ditargetkan Bulan September 2019. Kami akan coba
kejar agar tahun depan bisa selesai lebih cepat dari target yang telah kami
canangkan,” jelasnya.
Pembangunan kabel laut oleh PLN disambut gembira oleh Bupati
Kotabaru H. Sayed Jafar, mewakili masyarakat di Kotabaru, menyampaikan terima
kasih kepada PLN. Kerja keras PLN kembali membuahkan hasil nyata. Menurutnya
PLN telah memberikan hadiah luar biasa bagi 450.000 penduduk di Kotabaru.
“Kebutuhan listrik
baik di sektor industri dan rumah tangga setiap tahunnya tentu akan terus
meningkat, Dengan pembangunan kabel laut ini, dampak utama yang dirasakan
tentunya di sektor perekonomian. Listrik dari PLN akan menjadi penggerak roda
perekonomian utama,” ujarnya.
Sayed meyakini jika pembangunan kabel laut dan SUTT rampung,
dan sistem kelistrikan Kotabaru tersambung dengan Sistem Barito, Pemerintah
Kabupaten Kotabaru akan semakin leluasa untuk menjaring investor masuk.
“Kami optimis Kotabaru
akan semakin bersinar, kerja keras PLN akan berkontribusi untuk mendukung iklim
investasi dan pembangunan ekonomi di Kotabaru,” pungkasnya.

Komentar