MigasReview, Jakarta - PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) menaikkan harga penawaran atas seluruh saham Cokal Limited dari A$70 juta pada 3 Maret lalu menjadi A$75,45 juta.
Hal itu terungkap dalam kesepakatan implementasi penawaran yang diumumkan Cokal pada Rabu (29/4) di mana CKRA akan membuat tawaran pengambilalihan di luar pasar secara bersyarat atas semua saham Cokal.
Berdasarkan penawaran itu, para pemegang saham Cokal akan diberi pilihan untuk mempertimbangkan akuisisi melalui penukaran saham atau pembelian dengan cara tunai. Jika pilihan pertama yang diambil, maka sebanyak 10,327 saham CKRA ditukar dengan setiap 1 saham Cokal. Untuk pilihan kedua, setiap lembar saham Cokal akan dihargai A$0,16 atau total A$75,45 juta. Penawaran ini di atas harga yang ditawarkan CKRA sebesar A$0,15 per saham atau total A$70 juta pada 3 Maret lalu.
Harga penutupan saham CKRA di Bursa Efek Indonesia adalah Rp175 pada 28 April 2015 dan Rp139 pada 26 Februari 2015 (tanggal terakhir saham Cokal diperdagangkan di Bursa Australia sebelum ada proposal pengambilalihan indikatif oleh CKRA).
Penawaran sebesar A$75,45 juta itu merupakan 81,8 persen premium dari harga penutupan saham Cokal di Bursa Australia pada 28 April 2015 sebesar 8,8 sen dan premium 68,4 persen dari harga penutupan saham Cokal pada 26 Februari 2015 (tanggal terakhir saham Cokal diperdagangkan di Bursa Australia sebelum ada proposal pengambilalihan indikatif oleh CKRA) sebesar 9,5 sen.
CKRA berniat menghimpun dana sebesar kurang lebih US$100 juta melalui rights issue yang sepenuhnya dijamin (sebagai pembeli siapa) oleh PT Sinarmas Sekuritas.
CKRA telah menginformasikan kepada Cokal bahwa negosiasi dengan penjamin emisi telah mengalami kemajuan dan CKRA optimis bisa mendapatkan dukungan penjaminan yang diperlukan. CKRA juga menginformasikan bahwa usulan penghimpunan modal dan penawaran ini tidak biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan yang tercatat di BEI sehingga kemungkinan akan dikeluarkan aturan baru yang harus diupayakan bersama dengan otoritas bursa, pemegang saham CKRA dan investor.
Tujuan CKRA mengakuisisi Cokal adalah untuk mengembangkan aset pertambangan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai bagi pemegang saham serta memaksimalkan keuntungan buat mereka.
“Prioritas pertama CKRA adalah menyediakan dukungan finansial dan korporasi agar proyek Bumi Barito Mineral (BBM) Cokal bisa berproduksi. Kami percaya bahwa sumber daya manusia di Cokal mampu menjalankan operasi Cokal sehingga tidak perlu ada perubahan yang signifikan. Peran kami sebagai perusahaan investasi bukanlah untuk mengoperasikan tapi untuk mendanai dan menciptakan nilai bagi setiap investasi kami," kata Direktur Utama CKRA Boelio Muliadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Cokal tengah mengembangkan proyek batubara metalurgi BBM yang bisa menghasilkan 5 juta ton per tahun pada kapasitas penuhnya pada akhir tahun ini. (cd)

Komentar