Pertamina Akan Naikkan Harga Pertamax Rp350

30 April 2015, Photo Editor Fachry

Ilustrasi. Sebuah SPBU tentang kenaikan harga BBM oleh PT Pertamina (Persero) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax sebesar Rp350 pada 1 Mei 2015.(Fachry Latief/ MigasReview)
facebook
1
twitter
104
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax sebesar Rp350 pada 1 Mei 2015.

Meski naik, menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu malam (29/4), harga Pertamax masih akan lebih murah dibandingkan bensin dengan spesifikasi yang sama keluaran PT Shell Indonesia.

Sekadar informasi, PT Shell Indonesia telah menaikkan harga BBM mereka sejak sebulan lalu. Saat ini, harga Shell Super naik dari Rp8.700 menjadi Rp8.950 per liter sementara harga V-Power naik dari Rp9.900 menjadi Rp10.150 per liter, sementara BBM diesel naik dari Rp11.300 menjadi Rp11.550 per liter.

Pertamina juga tetap meluncurkan produk bensin barunya dengan RON 90, Pertalite, di pertengahan Mei, meskipun sebelumnya Komisi VII DPR-RI meminta Pertamina untuk menundanya terlebih dulu karena belum memenuhi ketentuan persyaratan yang berlaku, seperti perizinan ke Dirjen Migas dan lainnya.

"Pertalite jadi diluncurkan Mei ini, tidak pada 1 Mei," kata Bambang.

Dia kembali menegaskan bahwa Pertalite bukan untuk menggantikan Premium, namun hanya untuk memberikan pilihan bahan bakar bagi masyarakat.

"Kami masih menunggu rapat lagi dengan DPR dan kemungkinannya pada 4 Mei saya harus rapat ke Komisi VII-DPR untuk memperoleh approval dan meyakinkan bahwa kami tidak akan menghapus Premium," tutur Bambang.

Dalam rapat dengan DPR nanti, kata Bambang, akan dilakukan diskusi secara terbuka agar masyarakat mengerti komposisi zat dan komponen harga Pertalite. "Saya juga ingin nanti kami bisa diskusi terbuka agar semua bisa terlibat, supaya tidak muncul pengamat dadakan yang ngomong bahwa seharusnya harga Pertalite lebih murah dari Premium," sindir Bambang.

Selain sebagai produk alternatif, Pertalite dikeluarkan agar golongan mampu tidak beralih ke Premium. "Sebetulnya Premium ini kan untuk rakyat kecil sementara Pertamax untuk orang mampu. Tapi kalau bedanya jauh, konsumen Pertamax akan pindah Premium. Jadi, kami produksi ini dengan tujuan, kalau mau pindah, ya pindah ke Pertalite," tukas Bambang. (aw) 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Sudirman: Wiratmaja Akan Dilantik Jadi Dirjen Migas

MigasReview, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan bahwa Plt Dirjen Migas I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja akan diangkat menjadi dirjen migas definitif. "Yang akan dilantik menjadi Dirjen Migas, Insha Allah adalah…