MigasReview, Jakarta
- PT Pertamina (Persero) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) jenis Pertamax sebesar Rp350 pada 1 Mei 2015.
Meski naik, menurut Direktur
Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang di kantor Pusat
Pertamina, Jakarta, Rabu malam (29/4), harga Pertamax masih akan lebih murah dibandingkan bensin dengan spesifikasi yang sama keluaran PT
Shell Indonesia.
Sekadar informasi, PT Shell Indonesia telah menaikkan harga
BBM mereka sejak sebulan lalu.
Saat ini, harga Shell Super naik dari Rp8.700 menjadi Rp8.950 per liter sementara harga V-Power
naik dari Rp9.900 menjadi Rp10.150 per liter, sementara BBM diesel naik dari Rp11.300 menjadi
Rp11.550 per liter.
Pertamina juga tetap meluncurkan
produk bensin barunya dengan RON
90, Pertalite, di pertengahan Mei,
meskipun sebelumnya Komisi
VII DPR-RI meminta Pertamina
untuk menundanya terlebih dulu karena belum
memenuhi ketentuan persyaratan yang berlaku, seperti perizinan ke Dirjen Migas dan
lainnya.
"Pertalite jadi diluncurkan Mei
ini, tidak pada 1 Mei," kata
Bambang.
Dia kembali menegaskan bahwa Pertalite
bukan untuk menggantikan Premium, namun hanya untuk memberikan pilihan bahan
bakar bagi masyarakat.
"Kami masih menunggu rapat lagi dengan DPR dan
kemungkinannya pada 4 Mei saya harus rapat ke Komisi VII-DPR untuk memperoleh approval dan
meyakinkan bahwa kami tidak
akan menghapus Premium," tutur
Bambang.
Dalam rapat dengan DPR nanti, kata Bambang, akan
dilakukan diskusi secara terbuka agar masyarakat mengerti komposisi zat dan
komponen harga Pertalite. "Saya juga ingin nanti kami bisa diskusi terbuka agar
semua bisa terlibat, supaya tidak muncul pengamat dadakan yang ngomong bahwa seharusnya harga
Pertalite lebih murah dari Premium," sindir Bambang.
Selain sebagai produk alternatif, Pertalite dikeluarkan agar golongan mampu tidak beralih ke Premium. "Sebetulnya Premium ini kan untuk rakyat kecil sementara Pertamax untuk orang mampu. Tapi kalau bedanya jauh, konsumen Pertamax akan pindah Premium. Jadi, kami produksi ini dengan tujuan, kalau mau pindah, ya pindah ke Pertalite," tukas Bambang. (aw)

Komentar