Lifting Minyak Turun 5%

29 April 2015, Editor Cundoko

Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran Bidang Pengendalian Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (29/04/2015). ©Fachry Latief/ MigasReview.com
facebook
4
twitter
103
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui terjadinya penurunan kinerja para kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) selama triwulan pertama 2015 di mana lifting turun 5 persen akibat kemerosotan harga minyak.

"Produksi turun tapi dapat kami sampaikan itu tidak terlalu signifikan. Produksi hariannya hanya turun sebesar 5 persen," kata Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran SKK Migas Benny Lubiantara, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Benny, penurunan lifting masih bisa ditoleransi lantaran target produksi tetap akan dikejar sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Benny juga menuturkan, selain berdampak pada penurunan produksi, anjloknya harga minyak mentah dunia juga memengaruhi investasi pada KKKS. Meski demikian, bila ditinjau lebih dalam, para KKKS masih berupaya bertahan dan melakukan evaluasi ulang rencana kinerja operasi sepanjang 2015.

"Penurunan investasi ini bisa mencapai 20-30% bila dirata-rata secara keseluruhan," ungkap Benny.

Sesuai APBN-P 2015, lifting minyak dipatok sebesar 825 ribu barel per hari (bph), lebih rendah dalam patokan agenda awal ABPN 2015 sebesar 900 ribu bph.

Sedangkan Kepala Humas SKK Migas Rudianto Rumbono mengatakan, setelah berdiskusi dengan para KKKS, diperoleh kabar bahwa mereka akan menata ulang prioritas kegiatan di lapangan. Menurut dia, dengan kondisi seperti ini, pengeboran harus menjadi prioritas lagi.

"Untuk meningkatkan produksi kita harus banyak mengebor sumur-sumur eksisting. Jadi, itu adalah pengeboran untuk jangka panjang demi meningkatkan produksi. Saya masih yakin target 825 ribu bph masih bisa tercapai," jelasnya. (albi wahyudi)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pertamina Siap Jadi Agregator Gas Nasional

MigasReview, Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap menjadi agregator atau badan penyangga gas nasional karena merasa memiliki faktor-faktor pendukung terutama sumber gas domestik yang dapat dipasok ke seluruh Indonesia dan infrastruktur yang lebih lengkap…