MigasReview, Jakarta - Seiring dengan rencana Indonesia
untuk mengembangkan infrastruktur gas nasional, pembangunan proyek pembangkit
listrik tenaga gas menjadi satu langkah penting untuk memperkaya keragaman
energi negara ini.
“Pembangkit listrik tenaga gas dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur kebutuhan jaringan listrik waktu puncak dan luar-waktu puncak, sementara kemajuan teknologi memungkinkan fasilitas gas ditingkatkan untuk pembangkit beban dasar (base load generation),” kata Country Manager Indonesia dan Director Black & Veatch EPC Power di Asia Jim Schnieders, Rabu (08/11/2017).
Bersamaan dengan semakin banyaknya pasokan gas dari Australia dan Amerika Utara ke Asia dalam beberapa tahun ke depan, harga gas alam diperkirakan tetap relatif rendah sehingga mendorong pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga gas lebih banyak.
“Di seluruh Asia
Tenggara, perubahan paling signifikan yang akan kita lihat adalah kemungkinan
peningkatan pengembangan combined cycle skala besar yang akan membantu ekonomi
untuk memperkaya keragaman energi
mereka. Batubara tetap menjadi pertimbangan karena beberapa negara terus
berupaya untuk memenuhi elektrifikasi, di samping itu, kami juga mendapat
banyak perusahaan yang membutuhkan saran tentang bagaimana cara terbaik dalam
mengintegrasikan energi terbarukan," kata Schnieders.
Namun demikian, infrastruktur pipa gas masih relatif belum dikembangkan di Indonesia. Infrastruktur gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) menghadirkan opsi alternatif untuk menghindari ketergantungan pada jaringan pipa dalam mendistribusikan gas sehingga mengurangi keseluruhan biaya dan waktu untuk membangun infrastruktur gas.
Negara maritim yang sedang berkembang seperti Indonesia juga memiliki kesempatan untuk merencanakan terminal penerimaan LNG terintegrasi yang dikombinasikan dengan pembangkit listrik tenaga gas.
Managing Director Black & Veatch untuk bisnis Oil & Gas di Asia Rochman Goswami mengatakan, pengangkutan gas hemat biaya ke pusat permintaan merupakan tantangan signifikan yang dihadapi para perencana di sektor gas di Indonesia.
“Mengembangkan
terminal penerimaan LNG dengan pembangkit listrik combined cycle sebagai sebuah
proyek gabungan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi,"
ungkapnya.

Komentar