PHE Abar Temukan Cadangan Migas Baru

07 February 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Sejak penandatangan kontrak kerja sama pengelolaan wilayah kerja (WK) Abar pada tanggal 22 Mei 2015, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi Abar (PHE Abar) selaku anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mempunyai program kegiatan dengan Komitmen Pasti selama 3 tahun pertama. Setelah dilakukan studi geologi dan geofisika (G&G) serta survei seismik laut 2D, PHE Abar diharuskan melakukan pemboran 1 (satu) sumur eksplorasi.

General Manager PHE Abar Theodorus Duma mengatakan, pada akhir triwulan IV tahun 2017 PHE Abar telah melakukan pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X dan berhasil memperoleh cadangan gas sebesar 84 BSCF di reservoar batu pasir formasi Cisubuh dan Parigi pada kedalaman 2.600 kaki atau sekitar 800 meter.

"Formasi ini merupakan play yang baru dikembangkan, dimana sebelumnya dihindari karena berada dalam kategori shallow gas hazard.  Dengan penemuan ini, PHE Abar berhasil membuktikan potensi dari hazard menjadi cadangan yang sebelumnya dihindari,” tegas Theo, melalui keterangan pers, Rabu (07/02/2018).

SKK Migas selaku pengawas, mengapresiasi kinerja PHE Abar dalam menyelesaikan Komitmen Pasti kontrak PSC dalam tiga tahun pertama dengan keberhasilan temuan sumur gas. Sementara itu, PHE Abar dalam kegiatan  pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X berhasil melakukan penghematan sebesar 30% dari angka Authority for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

PHE Abar merupakan Operator untuk WK Abar yang terletak di Utara WK PHE ONWJ dan sebelah Timur WK OSES. WK Abar merupakan area relinquishment dari Operator sebelumnya, yaitu IIAPCO – Arco – BP.

Selama 65 hari kegiatan operasi lepas pantai dengan total 239 pekerja, PHE Abar berhasil mencapai target Zero Fatality, Zero Incident, Zero Property Damage dan mempertahankan total jam kerja selamat selama 246.669 jam.

Hal ini terwujud berkat kerjasama yang baik antara semua pekerja dan jajaran manajemen tanpa Loss Time Incident (LTI) dengan menerapkan Pertamina Golden Rules yaitu, taat peraturan, intervensi terhadap tindakan tidak aman dan yang menyalahi peraturan, serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap QHSSE.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

DPR: PGN Punya Kapasitas untuk Berperan Lebih Luas

migas review MigasReview, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi VII DPR RI memastikan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memiliki kemampuan untuk menjalankan penugasan dari pemerintah, terutama untuk mencapai Indonesia yang berdaulat dan mandiri…