PLTP Karaha Segera Beroperasi Akhir Februari 2018

05 February 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. EBTKE
dok. EBTKE
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Tasikmalaya - Direktur Panasbumi Ida Nuryatin melakukan kunjungan kerja ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Karaha yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. PLTP Karaha secara administratif berada di 5 Kabupaten, yaitu Kabupaten Sumedang, Garut, Majalengka, Tasikmalaya dan Ciamis. Pembangunan dan pengembangan PLTP ini merupakan salah bentuk usaha pencapaian target bauran energi yang telah ditetapkan dalam kebijakan energi nasional.

“Produksi listriknya akan meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa – Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 227 GWh/tahun, produksi listrik ini akan menerangi 33 ribu rumah” ungkap Ida, seperti yang dilansir ebtke.esdm.go.id, Minggu (04/02/2018).

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang merupakan pengembang proyek ini optimis pembangkit ini akan beroperasi komersial paling cepat pada akhir bulan Februari 2018. PLTP ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 30 megawatt (MW) dengan total investasi sebesar Rp2,5 triliun.

PLTP Karaha memanfaatkan energi bersih dan ramah lingkungan, dimana pemanfaatannya akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 202 ribu ton CO2 per tahun. Proyek PLTP Karaha juga menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 2700 orang yang terdiri dari tenaga kerja lokal sebesar 98,1% (26,5% dari Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, 71,6% luar Kabupaten Garut dan Tasikmalaya) dan tenaga kerja asing 1,9%.

Pembangunan proyek PLTP Karaha ini turut memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat disekitar proyek yang direalisasikan dalam program Community Development. Pada tahun 2017 PGE telah merealisasikan biaya Community Development sebesar Rp 830.000.000 untuk kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Selain berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, PLTP Karaha juga berkontribusi besar pada Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyetoran Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah yang pemanfaatannya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar proyek. Besaran Bonus produksi ini diatur oleh Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 23 Tahun 2017. Hal ini bertujuan agar masyarakat di daerah penghasil dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan PLTP di wilayah mereka.

Rencana besaran bonus produksi PLTP Karaha Unit-1 pada tahun 2018 sebesar Rp1,1 miliar yang akan diditribusikan kepada 5 (lima) Kabupaten penghasil, yaitu Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, dan Ciamis.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

DPR: PGN Punya Kapasitas untuk Berperan Lebih Luas

migas review MigasReview, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi VII DPR RI memastikan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memiliki kemampuan untuk menjalankan penugasan dari pemerintah, terutama untuk mencapai Indonesia yang berdaulat dan mandiri…