Selain Sidrap, Beberapa PLTB di Indonesia Akan Segera Beroperasi

02 February 2018, Editor Anovianti Muharti

migas review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) Sidrap dengan kapasitas kontrak 70 MW akan segera beroperasi awal tahun 2018. Setelah dilakukan uji coba interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero) minggu pertama Januari lalu, pembangkit yang berada di area perbukitan Desa Mattirosari dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan ini menjadi pembangkit komersial skala besar pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi angin.

Selain PLTB Sidrap I tersebut, tiga PLTB lain dijadwalkan dapat beroperasi dalam waktu dekat. Ketiga PLTB tersebut adalah PLTB Sidrap tahap II, PLTB Jeneponto yang berada di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dan PLTB Tanah Laut yang berlokasi di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Selain pembangkit listrik tenaga angin Sidrap tahap 1 yang akan beroperasi penuh awal tahun ini, juga akan ada 3 lagi pembangkit tenaga angin yang akan diselesaikan yaitu Sidrap tahap 2, Jeneponto dan Tanah Laut. Ketiganya harganya sangat ekonomis. Artinya target EBT tercapai dan harga listrik murah untuk rakyat juga terwujud," ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan informasi Publik dan Kerjasama, Kementerian ESDM Agung Pribadi, seperti yang dilansir ebtke.esdm.go.id, Kamis (01/02/2018).

Sebagaimana PLTB Sidrap tahap I, PLTB Sidrap tahap II dengan kapasitas 50 megawatt (MW) juga akan dibangun oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi. Harga jual listrik dari Pembangkit ini disepakati sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, yaitu dibawah 85% dari Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan (BPP) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) yang sebesar US$8,10 cent per kWh. PT PLN (Persero) akan menyiapkan kajian teknis terkait implementasi PLTB Sidrap II terhadap sistem jaringan PLN.

Sementara itu, PLTB Jeneponto kapasitas 60 MW, dengan investasi sebesar US$150 juta ditargetkan akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2018. Dengan estimasi kecepatan angin sekitar 7,5 hingga 8 meter per detik (m/s), PLTB ini rata-rata akan memproduksi 198,6 Gigawatt hours (GWh) per tahun. Proyek ini sedikitnya menyerap 190 orang tenaga kerja.

Selain PLTB Sidrap II dan Jeneponto, PLTB Tanah Laut di Kalimantan Selatan juga akan melengkapi deretan PLTB yang akan beroperasi di Indonesia. Pengembang PLTB Tanah Laut adalah konsorsium Pace Energy pte. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembangkit ini disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di sela-sela acara Renewable Energy Companies Commited to Climate, dalam rangkaian One Planet Summit, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, tanggal 11 Desember 2017 lalu.

PLTB Tanah Laut, dengan nilai investasi sebesar US$ 153 juta, ditargetkan COD pada tahun 2021. PLTB ini akan dibangun dalam tiga tahap, dengan tahap I sebesar 70 MW, tahap II sebesar 20 MW dan tahap ketiga berkapasitas 60 MW. Dukungan kuat dan izin lokasi juga ditunjukkan oleh Bupati Tanah Laut untuk pengembangan PLTB ini.

Selain ketiga PLTB, Pemerintah juga mendorong peningkatan pembangunan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan terus melakukan monitoring beberapa pembangkit, seperti PLT Arus Laut Larantuka (kapasitas 25 MW) serta PLTS Terapung Cirata (kapasitas 200 MWp).

Segera Diresmikan

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap I yang berkapasitas 75 MW akan segera diresmikan dan beroperasi pada akhir bulan Februari 2018, sebanyak 30 turbin angin generator (TAG) telah terpasang per 26 Januari 2018, dan commissioning test TAG telah dimulai sejak akhir Januari 2018. Jaringan dan Gardu Induk 150 Kv juga telah dibangun dan telah dihubungkan dengan jaringan PLN. Hal ini dipastikan oleh Dirjen EBTKE Rida Mulyana di sela kunjungannya bersama perwakilan Komisi VII DPR RI, Kamis (01/02/2018).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, yang memimpin rombongan dalam kunjungan kerja ini, menyampaikan bahwa pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, merupakan wujud komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan energi baru terbarukan.

“Siang ini kita menyaksikan pengembangan energi baru terbarukan, kita ingin di kemudian hari akan banyak industri energi baru terbarukan dan tidak hanya energi yang bersumber dari angin, tapi potensi energi dari panas bumi, solar panel, arus laut dan gelombang, kita juga mendorong pengembangan nuklir, apakah mungkin kita kembangkan di Indonesia,” ungkapnya.


Artikel terkait

Ubah Tenaga Angin Jadi Energi Berkelanjutan

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

DPR: PGN Punya Kapasitas untuk Berperan Lebih Luas

migas review MigasReview, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi VII DPR RI memastikan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memiliki kemampuan untuk menjalankan penugasan dari pemerintah, terutama untuk mencapai Indonesia yang berdaulat dan mandiri…