Revolusi Industry 4.0 adalah peristiwa besar yg menyusup di
tengah kehidupan kita dengan samar-samar dan melenakan. Layaknya kisah seekor
katak yang nyaman berendam di air hangat padahal dia sedang di dalam kuali di
atas kompor yang merebusnya. Akhirnya sang katak mati tanpa menyadari
lingkungannya yang nyaman, yang ternyata merenggut nyawanya dengan pelan-pelan.
Industry 4.0 dipicu oleh kemajuan teknologi internet untuk
segalanya (IoT - Internet of Things)
yang telah merubah perilaku manusia, model bisnis, budaya kerja, dan
meniadakan/menghancurkan (disrupt)
sistem yang ada serta menciptakan peluang-peluang di segala bidang.
Hancurnya bisnis retail, transportasi publik, perhotelan,
dan bisnis konvensional lainya telah menyadarkan kita semua, khususnya pelaku bisnis,
untuk tidak jadi "katak rebus" dalam comfort zone yang selama ini melenakannya. Di sisi lain, inilah
keseimbangan hidup manusia, melalui adaptasi yang luar biasa, telah memunculkan
bisnis-bianis baru yang lebih efisien, massal, serba cepat, real-time, yang sebelumnya tidak pernah
ada.
Lalu bagaimana dan apa yang terjadi di dunia energi kita,
khususnya dunia migas? Apakah kita siap beradaptasi di era digital jaman now dan beberapa tahun ke depan, dalam
situasi dunia yang VUCA (volatile,
uncertain, complex dan ambiguous)?
Mampukah Smart Oil Fields menjadi solusi dan pendorong
efisiensi di sektor migas dalam mengelola lapangan di bawah skema Gross-Split?
Apa itu Smart Oil Fields? Bagaimana
cara mengelola lapangan migas dengan pendekatan Digital Oil Fields? Apa itu Predictive Maintenance? Apa itu Digital Cultural Shifts?
Bagaimana perusahaan migas internasional mengelola
lapangannya dalam situasi harga minyak yang rendah dan tiba-tiba naik lagi,
lalu turun lagi, seperti pendulum?
Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan migas dalam
Transformasi Digital? Menciptakan Budaya digital?
Temukan jawabannya dalam sharing course bertajuk Introduction
to Oil & Gas Industry in Digital Era, di Hotel Royal Ambarrukmo,
Yogyakarta, 25-27 Juli 2018.

Komentar