MigasReview, Sula – Upaya mewujudkan Program Bahan Bakar
Minyak (BBM) Satu Harga, Pemerintah meresmikan lembaga penyalur BBM baru di
tiga wilayah yaitu SPBU di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat (Provinsi Papua),
Kabupaten Nias (Sumatera Utara) dan di Kepulauan Sula (Provinsi Maluku Utara).
Kegiatan peresmian dipusatkan di SPBU Kompak, di Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Dalam merealisasikan Program BBM Satu Harga, medan yang dihadapi tidaklah
mudah, mengingat ketiganya masuk dalam kategori wilayah tertinggal, terdepan, dan
terluar (3T).
Distrik Fayit misalnya, ditempuh jarak sejauh kurang lebih
320 mil laut atau 3 hari perjalanan. Akses yang tersedia dari Terminal Bahan
Bakar Minyak (TBBM) terdekat, yaitu TBBM Merauke, juga hanya bisa melalui
sungai.
"Dari TBBM
(Merauke) kurang lebih 3 hari perjalanan dan akses satu-satunya lewat
sungai," ungkap Kepala BPH Migas Fansurullah Asaesdm.go.id.
Selama ini, kebutuhan BBM di daerah Distrik Fayit diperoleh
dari lembaga penyalur terdekat yang berada di Distrik Agats, jaraknya lebih
dari 100 km dengan menggunakan perahu canting. Akibatnya, harga BBM bisa
berkisar antara Rp20.000 sampai dengan Rp40.000 per liter.
"Dengan hadirnya
SPBU ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar yang sebelumnya
(premium) harga Rp20.000 sampai dengan Rp40.000 per liter, menjadi Rp6.450 per
liter," tambah Fansurullah.
Adapun, pasokan untuk BBM Premium yang disalurkan di SPBU
ini sebesar 150 kiloliter (kl) per bulan dan BBM Subsidi Solar sebesar 50 kl
per bulan.
Sementara di SPBU Kompak yang berlokasi di desa Waiboga,
Kecamatan Sulabesi Tengah Kepulauan Sula Maluku Utara, kebutuhan BBM di daerah
ini dipenuhi dari TBBM Sanana yang berjarak 27 km dan bisa hanya ditempuh
dengan perahu canting. Perjuangan mewujudkan harga BBM yang sama akhirnya
tercapai. Kini, warga Desa Waiboga dapat menikmati harga BBM yang sama dengan
wilayah lain di Indonesia. Sebelumnya harga BBM di wilayah ini mencapai Rp15.000
per liter.
Dampak harga BBM yang sama ini, menurut Fansurullah Asa
sangat dirasakan masyarakat kepulauan Sula. Harga kebutuhan pokok seperti sayur
di pasar menjadi lebih terjangkau, anak-anak menjadi lebih bersemangat dalam
belajar di malam hari, karena BBM yang dipergunakan untuk genset lebih murah.
Adapun SPBU Kompak di Kabupaten Nias, pasokan BBM di wilayah
ini disuplai dari TBBM Gunung Sitoli yang berjarak 8 km dan dibawa dengan
perahu canting. Kini di Kabupaten Nias harga premium sebelumnya Rp8.000 menjadi
Rp 6.450 per liter. Sementara Biosolar menjadi Rp5.150 dari sebelumnya Rp7.000.
Total dari tiga lokasi tersebut sebanyak 353,871 jiwa akan
menikmati BBM Satu Harga dan menjadikan masyarakat setempat yang lebih
sejahtera dalam rangka mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial
Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dengan tambahan 3 titik tersebut, BBM Satu Harga telah
menjangkau sebanyak 11 titik yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia pada
tahun 2018 (titik ke-68 sejak 2017). Untuk tahun 2018, sebanyak 9 lembaga
penyalur dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero), sementara 2 lembaga penyalur
lainnya dijalankan oleh PT AKR Corporindo. Pemerintah sendiri menargetkan BBM
Satu Harga sudah bisa dinikmati di 130 titik hingga akhir tahun 2018.

Komentar