Wujudkan BBM Satu Harga

Pemerintah Resmikan Penyalur BBM Baru di 3 Wilayah

03 August 2018, Editor Anovianti Muharti

migas review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Sula – Upaya mewujudkan Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga, Pemerintah meresmikan lembaga penyalur BBM baru di tiga wilayah yaitu SPBU di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat (Provinsi Papua), Kabupaten Nias (Sumatera Utara) dan di Kepulauan Sula (Provinsi Maluku Utara). Kegiatan peresmian dipusatkan di SPBU Kompak, di Kepulauan Sula, Maluku Utara. Dalam merealisasikan Program BBM Satu Harga, medan yang dihadapi tidaklah mudah, mengingat ketiganya masuk dalam kategori wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Distrik Fayit misalnya, ditempuh jarak sejauh kurang lebih 320 mil laut atau 3 hari perjalanan. Akses yang tersedia dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) terdekat, yaitu TBBM Merauke, juga hanya bisa melalui sungai.

"Dari TBBM (Merauke) kurang lebih 3 hari perjalanan dan akses satu-satunya lewat sungai," ungkap Kepala BPH Migas Fansurullah Asaesdm.go.id.

Selama ini, kebutuhan BBM di daerah Distrik Fayit diperoleh dari lembaga penyalur terdekat yang berada di Distrik Agats, jaraknya lebih dari 100 km dengan menggunakan perahu canting. Akibatnya, harga BBM bisa berkisar antara Rp20.000 sampai dengan Rp40.000 per liter.

"Dengan hadirnya SPBU ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar yang sebelumnya (premium) harga Rp20.000 sampai dengan Rp40.000 per liter, menjadi Rp6.450 per liter," tambah Fansurullah.

Adapun, pasokan untuk BBM Premium yang disalurkan di SPBU ini sebesar 150 kiloliter (kl) per bulan dan BBM Subsidi Solar sebesar 50 kl per bulan.

Sementara di SPBU Kompak yang berlokasi di desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah Kepulauan Sula Maluku Utara, kebutuhan BBM di daerah ini dipenuhi dari TBBM Sanana yang berjarak 27 km dan bisa hanya ditempuh dengan perahu canting. Perjuangan mewujudkan harga BBM yang sama akhirnya tercapai. Kini, warga Desa Waiboga dapat menikmati harga BBM yang sama dengan wilayah lain di Indonesia. Sebelumnya harga BBM di wilayah ini mencapai Rp15.000 per liter.

Dampak harga BBM yang sama ini, menurut Fansurullah Asa sangat dirasakan masyarakat kepulauan Sula. Harga kebutuhan pokok seperti sayur di pasar menjadi lebih terjangkau, anak-anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar di malam hari, karena BBM yang dipergunakan untuk genset lebih murah.

Adapun SPBU Kompak di Kabupaten Nias, pasokan BBM di wilayah ini disuplai dari TBBM Gunung Sitoli yang berjarak 8 km dan dibawa dengan perahu canting. Kini di Kabupaten Nias harga premium sebelumnya Rp8.000 menjadi Rp 6.450 per liter. Sementara Biosolar menjadi Rp5.150 dari sebelumnya Rp7.000.

Total dari tiga lokasi tersebut sebanyak 353,871 jiwa akan menikmati BBM Satu Harga dan menjadikan masyarakat setempat yang lebih sejahtera dalam rangka mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan tambahan 3 titik tersebut, BBM Satu Harga telah menjangkau sebanyak 11 titik yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2018 (titik ke-68 sejak 2017). Untuk tahun 2018, sebanyak 9 lembaga penyalur dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero), sementara 2 lembaga penyalur lainnya dijalankan oleh PT AKR Corporindo. Pemerintah sendiri menargetkan BBM Satu Harga sudah bisa dinikmati di 130 titik hingga akhir tahun 2018. 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

PLN Siaga Pasca Gempa Bumi 7,0 SR di Lombok

MigasReview, Lombok - Sehubungan dengan gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang melanda wilayah NTB, Bali dan sekitarnya pada pukul 19:46 WITA (Minggu, 5 Agustus 2018) dan gempa susulan yang terjadi, kami sampaikan kondisi kelistrikan Lombok sebagai berikutpln.co.id,…