MigasReview, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok
Rokan kepada PT Pertamina (persero). Keputusan ini murni diambil atas dasar
pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal
Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut.
Kondisi ini didasari dengan Signature Bonus yang disodorkan Pertamina sebesar US$784 juta atau
sekitar Rp11,3 triliun dan nilai komitmen pasti sebesar US$500 juta atau Rp7,2
triliun dalam menjalankan aktivitas eksploitasi migasesdm.go.id.
Besarnya angka tersebut juga membuktikan bahwa finansial
Pertamina masih dalam kondisi baik.
Terpilihnya Pertamina sebagai pengelola, akan meningkatkan
kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional. Sejauh ini, porsi
Pertamina produksi migas nasional telah meningkat dari sekitar 23% saat ini,
menjadi sebesar 36% pada tahun 2018 dan 39% tahun 2019 saat saat blok migas
terminasi mulai aktif dikelola Pertamina.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, nilai
tambah yang didapat dari keputusan ini adalah menjadikan Pertamina sejajar
dengan world top oil company yang
mampu menguasai 60% produksi migas nasional pada tahun 2021.
Blok Rokan sendiri termasuk blok migas yang bernilai
strategis. Produksi migas blok rokan menyumbang 26% dari total produksi
nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan
dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri,
Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017,
total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.
Melalui keputusan ini juga Pemerintah turut mendukung
kemampuan keuangan Pertamina yang ditugaskan sebagai perpanjangan tangan
Pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik dalam penyediaan energi
dengan harga yang terjangkau ke seluruh Tanah Air, seperti program BBM Satu
Harga.
Siap Kelola
PT Pertamina (Persero) menyambut baik keputusan Pemerintah
melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercayakan
pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (persero). Keputusan ini murni
diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi
pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok
tersebut.
Keputusan yang disampaikan pemerintah melalui Kementerian
ESDM, pada Selasa 31 Juli 2018, menjadi tonggak sejarah penguatan kedaulatan
energi negeri, sesuai dengan Nawacita yang diusung Pemerintahan Joko Widodo.
Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati
menyatakan kepercayaan yang diberikan kepada Pertamina untuk mengelola blok
dengan produksi lebih dari 200 ribu barel minyak per hari tersebut, tidak lepas
dari dukungan Pemerintah.
“Kami mengucapkan
terima kasih kepada Pemerintah, Presiden RI dan stakeholders lainnya yang telah
mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Kami yakin mampu
bersaing dengan kontrator kontrak kerjasama lainnya. Dan sesuai proposal yang
telah kami sampaikan kepada pemerintah, dengan mengelola Blok Rokan akan
meningkatkan produksi hulu Pertamina yang akan mengurangi impor minyak, sehingga
bisa menghemat devisa sekitar US$4 miliar per tahun, serta menurunkan biaya
produksi hilir secara jangka panjang ,”jelasnyapertamina.com.
Nicke menambahkan karakteristik minyak di Blok Rokan, sesuai
dengan konfigurasi kilang nasional, dimana akan diolah di dalam negeri yakni di
kilang Balongan, Dumai, Plaju dan Balikpapan dan lainnya.
Guna mempertahankan produksi, Pertamina dalam proposal juga
menyampaikan akan memanfaatkan teknologi Enhance
Oil Recovery (EOR) yang juga telah diterapkan di lapangan-lapangan migas
Pertamina, seperti di Rantau, Jirak, Tanjung yang dikelola Pertamina EP,
termasuk penerapan steam flood yang
juga sudah dilakukan dan berhasil di lapangan PHE Siak.
"Kami menilai pemerintah mempertimbangakan keputusan ini dengan matang, dalam rangka ketahanan energi nasional, penghematan devisa dan potensi peningkatan deviden bagi negara. Dengan kepercayaan ini, kami akan mengoptimalkan sumber daya anak bangsa, yang telah berpengalaman mengelola blok migas sebelumnya,” pungkasnya.

Komentar