MigasReview, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) Arcandra Tahar kembali menegaskan bahwa Program Bahan Bakar
Minyak (BBM) Satu Harga adalah program Pemerintah yang harus tetap
dilaksanakan, karena program ini wujud implementasi sila keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Saat ini Program BBM Satu Harga telah dilaksanakan di 60
titik dengan target tahun ini sebanyak 130 titik dari total keseluruhan
sebanyak 160 titik.
"Program BBM Satu
Harga harus tetap dilaksanakan bagaimanapun kondisinya karena ini wujud sila
ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia" ujarnyaesdm.go.id.
Arcandra juga mengungkapkan bahwa biaya yang diperlukan
untuk merealisasikan program ini diperkirakan kurang dari 1 triliun.
"Kalau semua
dilakukan dengan harga crude sesuai harga saat ini, maka cost (biaya) yang
dikeluarkan (untuk Program BBM Satu Harga) diperkirakan kurang dari 1 triliun.
Jadi kalau dikatakan cost yg dikeluarkan (BBM Satu Harga) sangat besar, dari
data yang saya terima kurang dari 1 triliun," terangnya.
Menurut dia, sudah selayaknya semua pihak memiliki semangat
yang sama, agar BBM Satu Harga terdistribusi secara tepat sasaran dan
memberikan efek positif bagi masyarakat.
Hal ini tentu memerlukan dukungan berbagai pihak, agar
energi yang ditujukan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan
tertinggal) tidak tercederai oleh ulah sekelompok oknum untuk mendapatkan
keuntungan semata. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo
meskipun kondisi yang dihadapi terpencil dan sulit dalam pendistribusiannya.
Distribusi BBM selama ini terkendala kondisi geografis
Indonesia yang terdiri dari 17.504 pulau yang dikelilingi perairan serta bentang
topografi yang tak beraturan baik dataran rendah maupun menurun. Akses jalan
dan infrastruktur yang belum memadai juga menjadi tantangan dalam mewujudkan
pemerataan energi hingga pelosok negeri.

Komentar