MigasReview, Kutai Kartanegara - PLTU Mulut Tambang (PLTU
MT) dengan kapasitas 2×27.5 MW yang berada di Kecamatan Muara Jawa mulai
melaksanakan aktifitas sinkronisasi awal untuk menyuplai Sistem kelistrikan
Kalimantan. PLTU MT unit 1 yang saat ini telah memasuki tahap sinkronisasi
menandakan segera beroperasinya PLTU tersebut untuk sistem kelistrikan
Kalimantan
Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero)
Machnizon mengunjungi proyek PLTU MT untuk melihat progress PLTU yang masuk
dalam fast track program (FTP).
“PLTU MT ini merupakan
proyek FTP pertama yang dibangun di luar Jawa dan saat ini PLTU sudah berhasil
sinkron ke sistem kelistrikan Kalimantan. Artinya, PLTU ini resmi dilahirkan.
Tentunya PLN berharap PLTU ini bisa menjadi salah satu PLTU terbaik yang ada diluar
Pulau Jawa,” jelas Machnizonpln.co.id.
Proyek PLTU yang dimulai sejak 2007 ini diharapkan bisa
menjadi salah satu tumpuan untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan yang
saat ini sudah terinterkoneksi antara sistem kelistrikan mahakam dan sistem
kelistrikan barito yang mencakup tiga propinsi, yaitu Kalimantan Timur,
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Meskipun sempat terhambat karena masalah pembebasan lahan
dan perizinan, berkat upaya PLN kini pembangkit ini diharapkan bisa mulai
beroperasi secara penuh pada awal tahun 2019.
“Masuknya PLTU MT
diharapkan bisa memberikan angin segar untuk memperkuat sistem kelistrikan
Kalimantan dan menjadi backup suplai daya saat terjadi gangguan maupun
pemeliharaan pada salah satu pembangkit di sistem kelistrikan Kalimantan.
Semoga proses sinkronisasi unit 1 hingga tahapan tahapan pengujian dapat
berjalan lancar sehingga kehadiran PLTU MT segera dinikmati dan mendorong
peningkatan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Kalimantan,”
terangnya.
Beroperasinya PLTU MT diharapkan bisa mendukung pembangunan
infrastruktur di Kalimantan seperti tol, kawasan industri serta fasilitas
pendukung lainnya sehingga meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian di Pulau
Borneo.

Komentar