PT Pertamina EP Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Wolai - 001

19 August 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. Oppie Muharti / MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Banggai - Tim eksplorasi PT Pertamina EP tengah menjalankan pemboran sumur eksplorasi berkode Wolai - 001 (WOL - 001) di Desa Uwelolu, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

"Alhamdulillah sumur eksplorasi Wolai - 001 sudah dilakukan tajak sumur per 17 Agustus 2018 pukul 00.01 dinihari. Target pemboran membutuhkan waktu sekitar 73 hari dengan kedalaman 2.365 meter,” ujar President Director PT Pertamina EP Nanang Abdul Manafpertamina.com.

Status pemboran sumur sudah mencapai kedalaman 395 meter per tanggal 18 Agustus 2018 dari target total 2.365 Meter dibawah permukaan laut.

"Target yang kita harapkan dari sumur WOL - 001 ini adalah Gas sekitar 250 BCFD atau setara dengan 41.82 MMBOE dengan biaya sekitar USD 11 Juta,” kata Nanang.

Dia juga menekankan pentingnya implementasi aspek keselamatan (safety).

"Rekan - rekan yang bekerja di lokasi pemboran Sumur Eksplorasi WOL - 001, saya himbau agar 11 Corporate Life Saving Rules HSSE diperhatikan. Karena kegiatan kita akan tidak berarti ketika ada rekan kita yang terkena Incident. Jadi tolong sangat perhatikan HSSE Golden Rules yaitu Patuh, Intervensi, Peduli. Zero Incident Kita Bisa,” tegas Nanang.

Selain itu, lanjut dia pengidentifikasian pemilihan tipe lumpur pemboran juga harus diperhatikan dan harus dilaksanakan oleh tim Cementing yang berpengalaman dan memiliki keahlian khusus mengingat karakteristik yang ada di Mentawai Formation, agar pemboran memperoleh hasil seperti yang diharapkan.

"Kita ini bekerja untuk negeri menghasilkan cadangan baru dan menghasilkan devisa bagi bangsa, maka operasi pemboran harus excellence dan effisien. Apabila kita bisa efisien dalam bekerja kita bisa menambah sumur baru dan mencari sumber cadangan baru,” pungkas Nanang.

Sumur eksplorasi WOL - 001 dibor menggunakan Rig PDSI D1000E No. 52 dengan kemampuan 1.000 HP dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak bidang services untuk kebutuhan industri migas.

"Ini merupakan wujud sinergi positif antara anak perusahaan Pertamina Group dimana kemampuan rig PDSI terbukti bisa bersaing dengan rig dari perusahaan lain. Kami berkomitmen untuk menuntaskan operasi pemboran ini dengan tetap mengedepankan aspek safety dan kami siap untuk mensupport kebutuhan perusahaan migas di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama PDSI Budhi N. Pangaribuan.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pemerintah Masih Evaluasi 10 WK Terminasi

migas review MigasReview, Jakarta - Selama periode 2019-2026, sebanyak 22 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi akan mengalami terminasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 WK telah mendapat keputusan Pemerintah, 3 WK telah diputuskan untuk dilelang dan 10 WK masih…