MigasReview, Samarinda - Pembangunan jaringan gas (jargas)
rumah tangga semakin gencar dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Proyek energi alternatif yang lebih efisien
dan efektif bagi rumah tangga ini telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai
salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan salah satunya yang tengah
dibangun di Kota Samarinda.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menugaskan PT Pertamina (persero)
untuk membangun Jargas Kota Samarinda di Kelurahan Sambutan dan Sungai,
Kecamatan Sambutan. Dengan alokasi gas 0,2 MMSCFD (juta meter kubik) yang
berasal dari PT Pertamina EP, disiapkan guna memasok 4.500 sambungan rumah
tangga (SR).
Guna memastikan keberlangsungan proyek tersebut, Direktur
Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto secara khusus terjun langsung
memastikan percepatan penyelesaian proyek jargas yang ditugaskan ke PT
Pertamina (Persero) tepat waktu.
"Dengan adanya
jargas di Kota Samarinda, pemerintah berharap warga dapat memanfaatkannya
secara maksimal. Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk memulai bisnis
kuliner," ujar Djokomigas.esdm.go.id.
Pemerintah setiap tahunnya akan terus menambah pembangunan
jaringan gas bumi untuk rumah tangga, sehingga semakin banyak masyarakat
mendapatkan manfaat dari jargas ini.
"Dana APBN harus
digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, salah
satunya program pembangunan jaringan gas. Prioritasnya bagi rumah sederhana,
rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan
penghematan," jelas Djoko.
Sejak tahun 2009 hingga tahun 2017, Pemerintah telah
membangun 236.046 sambungan rumah tangga jargas di 31 kabupaten/kota. Pada
tahun ini, Pemerintah akan membangun jargas sebanyak 89.664 sambungan di 18
kabupaten/kota.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Samarinda Syaharie
Jaang menyatakan, kegembiraannya atas hadirnya infrastruktur Jargas yang
dibangun pemerintah melalui APBN bagi warganya.
"Jargas sangat
membantu warga samarinda untuk mendapatkan energi alternatif yang bersih,
murah, aman dan pasti supply-nya aman. Karena jargas tersedia 24 jam,"
ungkap Syaharie.
Jargas Kota Samarinda dibangun menggunakan APBN dan
dilaksanakan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina, sebagai
penanggung jawab proyek. Adapun nanti yang mengoperasikan adalah PT Pertagas
Niaga. Pertagas tidak bekerja sendiri, PT Patra Badak Arun Solution (PBAS) dan
PT Pertamina Training & Consulting (PTC) juga berperan sebagai kontraktor
pelaksana dan tim teknis.
"Sinergi seperti
ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina Group untuk menyukseskan dan mendukung
program pemerintah. Kami targetkan tahun ini seluruh pekerjaan selesai
semua," jelas Direktur Operasi Pertagas Achmad Herry Syarifuddin.
Dalam sistem pembayaran, menurut Achmad Herry, Jargas Kota
Samarinda sudah menggunakan sistem pra-bayar, teknologi yang sama digunakan
pada telepon genggam dan listrik. Dengan tarif sebesar Rp 4.400/kubik untuk
Rumah Tangga golongan I/ Pelanggan Kecil I dan Rp 6.200/kubik untuk Rumah
Tangga golongan II (mewah) tentunya harganya sangat terjangkau bagi masyarakat.

Komentar