Memasuki kuartal III tahun 2018, capaian kinerja hulu migas
masih berada di jalur yang sesuai untuk memenuhi target penerimaan dalam
Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) tahun 2018. Penerimaan negara dari
sektor hulu migas hingga kuartal III tahun 2018 mencapai US$ 11,76 miliar atau
sebesar 51% dari total gross revenue,
dan sekitar 99% dari target APBN tahun 2018 sebesar US$ 11,90 miliar.
Diharapkan, pada akhir tahun nanti, penerimaan negara dapat mencapai US$ 16,10
miliar atau sebesar 48% dari gross
revenue, dan sekitar 135% dari target APBN tahun 2018, melampaui target
yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Sementara itu, untuk pengembalian biaya operasi (cost recovery) hingga kuartal III tahun 2018 telah mencapai US$ 8,73 miliar atau sekitar 87% dari target APBN tahun 2018 yaitu, US$ 10,09 miliar. Porsi cost recovery paling besar digunakan untuk membiayai kegiatan produksi sebesar 45% dan membayar biaya depresiasi (atas realisasi investasi pengembangan di periode fiskal sebelumnya) sebesar 24%. Biaya lain dalam cost recovery digunakan untuk kegiatan eksplorasi dan pengembangan sebesar 13%, biaya administrasi sebesar 8%, dan beban biaya lainnya (investment credit dan unrecovered cost) sebesar 10%. Outlook cost recovery hingga akhir tahun diperkirakan akan melampui target APBN 2018, yaitu sekitar US$ 11,74 miliar atau sebesar 116%. SKK Migas akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan biaya operasi di sektor hulu migas, dengan prinsip efektif, efisien, dan tepat guna.

Komentar