Pertamina Akan Bangun PLTS 1.000 MW

06 March 2016, Editor Anovianti Muharti

Ilustrasi. Seorang tehnisi mengecek panel instalasi pembangkit listrik tenaga surya ( solar sel) di SMPN 12 Jakarta Selatan, 26 Februari 2014. Indonesia Press Photo/Dadang Tri
Ilustrasi. Seorang tehnisi mengecek panel instalasi pembangkit listrik tenaga surya ( solar sel) di SMPN 12 Jakarta Selatan, 26 Februari 2014. Indonesia Press Photo/Dadang Tri
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0
MigasReview, Bandung - Dalam rangka mendukung Program Indonesia Terang menerangi wilayah-wilayah Indonesia yang masih rendah rasio elektrifikasinya, PT Pertamina (Persero) berkomitmen dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 1.000 mega watt (MW) dalam lima tahun kedepan. 

"Komitmen Pertamina ini akan sangat membantu untuk memperkuat usaha-usaha untuk membangun energi baru terbarukan di wilayah-wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang masih banyak belum terlistriki dan terisolir," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam konferensi pers usai Pertemuan Pemimpin EBTKE di Bandung, Sabtu (5/3).

Dalam waktu dekat Pertamina juga akan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT PLN (Persero) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 50 MW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

“Kerja sama ini suatu terobosan, besar karena 50 MW adalah cukup besar sekali dan saya kira lahannya sudah disiapkan. Pertamina siap investasi dan PLN membeli. Apabila nanti ada gap kita akan turun tangan meyakinkan program ini berjalan,” lanjut Sudirman.

Sementara, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sucipto mengamini bahwa Pertamina akan membangun PLTS sebesar 50 MW di Mandalika. “Pertamina telah sepakat mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 50 MW di Mandalika, Lombok Nusa Tenggara,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Dwi, Pertamina diidentikan dengan perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas bumi dan untuk jangka panjang tidak akan bisa dipertahankan. Masa depan energi bukanlah minyak dan gas bumi melainkan energi baru terbarukan, karena itu Pertamina akan serius mengembangkan energi baru terbarukan.

“Pertamina siap untuk mengembangkan program 1.000 MW berbasis energi baru terbarukan dalam lima tahun kedepan dan ini diperkirakan total kps-nya sekitar USD 2 milyar,” tambah Dwi.

Selain itu, Pertamina juga akan bekerjasama dengan PT EMI untuk melakukan audit energi dan hasil audit energi ini akan menjadi baseline program konservasi Pertamina kedepan dalam mengelola energi lebih efisien. (op)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Gas Bumi PGN Siap Kobarkan Api Asian Games

MigasReview, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap mengobarkan api Asian Games 2018 dengan gas bumi, selama ajang olahraga tersebut berlangsung sampai 2 September 2018 mendatang. Perusahaan distributor gas bumi terbesar di Indonesia itu telah…